News

Suspect Corona, 1 Anggota DPRD Sumut Diisolasi

FaseBerita.ID – Seorang anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, inisial MAR, disebut-sebut menjadi suspect virus corona. Kabar tersebut beredar di lingkungan DPRD Sumut sejak, Kamis (19/3) hingga Jumat (20/3), via pesan berantai WhatsApp.

Unsur Pimpinan DPRDSU dipimpin Ketua Baskami Ginting, didampingi Wakil Ketua Harun Mustafa Nasution, Rahmansyah Sibarani, dan Sekretaris Dewan Erwin Lubis, akhirnya menyampaikan klarifikasi perihal kabar dimaksud, Jumat (20/3).

“Mungkin pertama saya yang akan memberikan penjelasan, sebab saya wakil ketua dari Gerindra dan MAR anggota Gerindra. Benar, beberapa hari ini dia merasa badannya panas. Dia cek ke dokter, tapi belum tentu positif corona,” kata Harun Mustafa.

Saat dicek, panas tubuhnya lebih kurang 38. “Diminta diisolasi, dia bersedia. Kita apresiasi orang seperti dia. Begitu juga dengan kawan-kawan lain yang merasa badannya panas juga diharapkan memeriksakan dirinya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini MAR menjalani isolasi di RSUP Adam Malik. “Sudah empat hari lalu dia di sana. Sekarang tinggal menunggu hasil tes, kalau tidak salah hari ini atau besok keluar. Tadi barusan kami bertelepon langsung, dia menyatakan sudah tidak demam lagi. Hanya menunggu hasilnya saja,” kata Harun.

Ia mengapresiasi sikap proaktif MAR yang bersedia memeriksakan dan mengisolasi dirinya ke RSUP Adam Malik. “Untuk seluruh warga Sumut, kita harapkan agar melakukan langkah seperti MAR memeriksakan diri, demi mengurangi penyebaran virus ini. Dia juga berbesar hati mengasih tahu ke kawan-kawan, tolong agar dicek juga. aapi Alhamdulillah sampai sekarang kawan-kawan tidak ada yang demam, batuk-batuk, dan bersin-bersin,” terang wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Tabagsel ini.

Harun mengungkapkan, kejadian dialami Aulia ini semakin membuktikan bahwa tugas dewan itu sangat beresiko dalam persoalan virus corona. “Kami terima konsekuensi tugas yang beresiko tinggi,” pungkasnya. ODP Dairi Melonjak Jadi 27 Orang Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Sumut terus bertambah. Selain Langkat dan Deliserdang, jumlah ODP di Dairi juga melonjak tajam.

Hingga Jumat (20/3), sebanyak 27 orang warga Kabupaten Dairi masuk daftar ODP virus corona. Sebelumnya, baru ada satu warga berjenis kelamin perempuan usia 40 tahun, yang ditetapkan sebagai ODP dan telah dirujuk ke rumah sakit Adam Malik Medan.
Dari 27 orang itu, 6 orang di antaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari negara Malaysia. Sekretaris Dinas Kesehatan Dairi, Frisda Turnip, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (20/3) membenarkan jumlah warga Dairi menjadi ODP Covid 19 melonjak menjadi 27 orang.

“Jumlah itu berdasarkan laporan satelit masing-masing puskesmas di 15 kecamatan. Yakni di Kecamatan Siempat Nempu 3 orang, Berampu 1 orang, Siempat Nempu Hulu, 2 orang, Lae Parira 1 orang, Silima Pungga-Pungga 3 orang, Sumbul 1 orang, Gunung Sitember 5 orang, Sitinjo 1 orang, Sidikalang 2 orang, dan Tiga Lingga 8 orang,” katanya.

Menurut Frisda, lockdown yang diberlakukan negara Malaysia diduga berdampak terhadap pemulangan TKI ilegal asal Indonesia, termasuk 6 TKI dari Dairi.

“Kita memantau mereka dan keluarganya. Karena riwayat perjalanan mereka dari negara pandemi covid 19,” ungkapnya.

Tentang satu warga Dairi yang dirujuk ke RSUP HAM, hingga saat ini belum diketahui statusnya apakah positif atau negatif virus corona. “Kita berharap pasien itu negatif covid 19,” ucap Frisda. (prn/rud/ian/dh/smg)

USI