News

Susanti Dewayani Wakil Wali Kota Siantar Terpilih, Cerminan Kartini Masa Kini

SIANTAR, FaseBerita.ID – Perjuangan RA Kartini membawa terang pada wajah perempuan Indonesia. Para perempuan Indonesia menunjukkan mampu duduk di berbagai lini, termasuk pada struktur pemerintahan. Seperti yang terjadi di Kota Pematangsiantar.

Singgasana wakil walikota, kemudian walikot akan diduduki oleh seorang perempuan, yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak. Perempuan itu bernama Susanti Dewayani. Sosok perempuan yang tidak hanya berhasil dalam karir, tapi juga sukses mengantarkan kedua anaknya menjadi seorang dosen dan dokter. Tak berlebihan jika menyebutnya sebagai cerminan Kartini masa kini.

“Kita harus mengucapkan terima kasih atas jasa Ibu Kartini. Atas kesetaraan gender yang dia suarakan. Atas cita-cita yang dituangkannya ke dalam tulisan, yakni menginginkan seluruh perempuan Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak,” ucap Susanti memulai percakapan tentang sosok heroik RA Kartini, Selasa (20/4).

Menurut Susanti, cita-cita Kartini menjadi salahsatu penyemangat dalam membangun karir, juga alasan terjun ke dunia politik.

“Sebagai seorang dokter saya ingin memperbaiki pelayanan kesehatan di Kota Pematangsiantar. Saya tidak ingin mendengar kabar, pasien tidak mampu ditolak rumah sakit. Ibu dan bayi yang baru dilahirkan harus terpisah karena keluarga belum membayar biaya persalinan. Berangkat dari situ, saya memutuskan menerima jabatan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih pada tahun 2017 lalu,” sebut Susanti.

Setelah berada di struktur pemerintahan, Susanti melihat hal-hal yang harus dilakukan oleh pemegang kekuasaan jika ingin melakukan perbaikan. Mengapa? Karena secara regulasi semua sudah bagus, hanya saja tidak berada di tangan oknum yang tepat, sehingga regulasi tidak berjalan bagaimana seharusnya.

Untuk itu, Susanti memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Ia ingin menjadi orang yang bisa membuat kebijakan menempatkan orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat.

“Regulasi di rumah sakit itu, sudah bagus. Namun, oknum yang menjalankan regulasi yang belum tepat. Alhamdulillah, saya diamanahkan sebagai wakil walikota oleh masyarakat Pematangsiantar. Nantinya, saya ingin menerapkan the right man on the right place dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai pelayan masyarakat. Termasuk, jika seseorang yang berkompeten itu adalah perempuan. Tidak ada perbedaan gender,” tegas Susanti yang memilih Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politiknya.

Kembali pada semangat perjuangan Kartini, menurut Susanti, saat ini peranan perempuan tidak hanya berkisar pada urusan domestik rumah tangga, tapi juga bisa mengaktualisasikan diri di ranah publik. Namun memang tetap harus sesuai dengan norma yang berlaku. Untuk itu, perempuan saat ini, hendaknya lebih fokus untuk mengembangkan kapasitas diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Pengembangan diri ini tidak harus melalui proses sekolah formal, bisa juga diraih melalui proses pembelajaran informal. Terlebih lagi sekarang sudah era digital sehingga mudah untuk mengakses informasi yang dibutuhkan.

“Misalnya punya hobi memasak, ya silahkan dikembangkan sampai mahir. Siapa tahu suatu saat kemampuan yang dimiliki ini dapat menolong dirinya sendiri maupun bermafaat untuk orang sekitarnya,” pesan Susanti.

Susanti menambahkan, perempuan juga bisa tetap mengejar karir, asal selalu fokus dan disiplin dengan aktivitas kerjanya. Jadi saat bekerja ya harus fokus pada tugas-tugas kerja, bukan hal lain. Begitu juga ketika sudah selesai kerja dan kembali ke keluarga, harus memfokuskan perhatian pada urusan keluarga saja sehingga baik karir dan keluarga dapat berjalan seimbang. Masing-masing punya porsi waktu sendiri untuk dilaksanakan. Jadi tidak bercampur.

“Perempuan itu, setinggi apapun jabatannya dalam berkarir tetap harus kembali pada fitrahnya. Fitrahnya itu apa? Patuh pada suami, mendidik anak, mengurus rumah tangga, dan sebagainya. Jadi, sebagai perempuan kita memang dituntut harus pintar membagi waktu antara keluarga dan karir,” sebut istri Presiden BOMS HK Erizal Ginting ini.

“Oh ya, saya juga berpesan untuk remaja putri kita, yang masih dalam masa mencari identitas diri, agar mulai mencari tahu bakat dan minat masing-masing. Kalau sudah ketemu silahkan mengembangkan diri sesuai bakat dan minat masing-masing, bukan sekadar ikut-ikutan dengan arus atau yang sedang viral. Karena ke depannya, keunikan kemampuan tiap individu itu lah yang menjadi pembeda kita dengan yang lain,” tutup ibu dari Desta Ginting dan Fihzan Ginting itu.(ann/fabe)