News

Supir Tewas Terjepit Saat Hidupkan Mesin Truk

FaseBerita.ID – Sungguh malang nasib Bijaksana Telaumbanua (25). Warga Dusun I Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini, tewas setelah terjepit truk Colt Diesel milik orangtuanya.

Informasi yang dihimpun, Bijaksana Telaumbanua tewas terjepit sesaat setelah menghidupkan mesin truk Colt Diesel BB BB 8361 LF di sebuah garasi yang terletak di samping rumahnya, Selasa (16/6) sekira pukul 18.00 WIB lalu. Saat itu korban berniat mencoba hidupkan baterai truk yang baru saja diperbaiki.

Saat menstater, korban tidak berada di belakang kemudi, tetapi hanya dari luar dengan posisi pintu tertutup.

Setelah mesin hidup, truk bergerak dan menghimpit korban ke dinding garasi yang terbuat dari beton. Diduga, sewaktu menstater, perseneling dalam posisi masuk gigi. Lebar garasi yang hanya sekitar 2,40 meter membuat korban tidak bisa menghindar.

Bak truk yang lebih lebar dari kepala turk, langsung menekan korban ke dinding. Korban yang tidak bisa menghindar terjepit tanpa bisa melakukan perlawanan. Warga sekitar juga tidak mengetahui situasi kritis yang dialami korban.

Berselang beberapa saat, istri korban, br Zendrato (23), yang baru saja tiba di rumah melihat korban terjepit dalam posisi berdiri. Br Zendarto langsung menjerit dan berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan br Zendrato, warga berdatangan dan berupaya membebaskan korban dari jepitan truk. Hitungan menit, korban berhasil dibebaskan. Tidak diketahui pasti berapa lama korban dalam posisi terjepit.

Dalam kondisi tidak berdaya, korban dilarikan ke Puskesmas Sibabangun. Namun malang, di tengah perjalanan korban menghembuskan nafas yang terakhir. Walaupun begitu, korban tetap dibawa ke Puskesmas Sibabangun untuk mendapatkan pemeriksaan. Korban mengalami remuk dada dan tulang rusuk.

“Sepertinya korban menjadi ganjal truk. Karena setelah kita berhasil membebaskannya, truk bergerak secara otomatis dan berhenti setelah menabrak gundukan tanah,” ujar salah seorang warga yang ikut mengevakuasi korban.

Ayah kandung korban, Sabar Telaumbanua (50), yang ditemui awak media ini di rumah duka, Rabu (17/6) lalu terlihat sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa anaknya. Ia mengaku tidak habis pikir kenapa korban begitu ceroboh saat menghidupkan mesin truk.

Dengan linangan air mata, Sabar menceritakan jika truk Colt Diesel miliknya selalu disupiri oleh korban. Sembari memeluk anak semata wayang korban, Risnauli Telaumbanua (2), Sabar mengaku telah mengikhlaskan kepergian anak salungnya tersebut. “Semoga Tuhan menempatkan korban di sorga,” lirih Sabar. (ztm)

USI