News

Sungai Batang Natal Meluap, Tujuh Desa Terendam Banjir

MADINA, FaseBerita.ID– Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam banjir. Tujuh desa yang terendam banjir tersebut adalah Desa Patiluban Mudik, Belimbing, Bonda Kase, Patiluban Hilir, dan Desa Sikarakara IV Kecamatan Natal dan Kelurahan Tapus dan Desa Perbatasan Kecamatan Lingga Bayu.
Camat Natal, Riflan pada Kamis (19/8) mengatakan, peristiwa banjir itu disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah itu pada Rabu (18/8) malam.

“Tingginya curah hujan pada Rabu (18/8) malam mengakibatkan sungai Batang Natal meluap dan menggenangi perumahan penduduk. Jalan nasional lintas Simpang Gambir – Natal juga sempat tidak bisa dilalui kenderaan roda dua dan empat karena tingginya debit air,” ujarnya, seperti diberitakan Antara.
Puncak banjir sendiri terjadi sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

“Tadi malam tinggi air mencapai 1 meter sehingga jalur Simpang – Gambir – Natal tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan empat. Alhamdulillah, pagi ini air sudah mulai surut, dan kendaraan juga sudah bisa lewat,” ujarnya.

Terkait kerugian materil akibat banjir itu, Riflan menyebut pihaknya belum bisa mendata secara penuh karena banjir di lokasi belum surut sepenuhnya.

“Kepala Desa saat ini sedang mendata di wilayah masing-masing terkait kerugian warga. Namun, kami pastikan belum ada korban jiwa maupun luka ringan sampai saat ini situasi kondusif aman dan terkendali,” jelas Camat.

Disinggung masalah bantuan, ia mengatakan masyarakat di sana masih bisa bertahan hidup dengan kebutuhan pokok di rumah masing-masing. Namun, pihak Muspika saat ini sedang berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah itu.

“Posko kesehatan juga sudah didirikan, persiapan obat-obatan juga sudah lengkap dari Puskesmas Patiluban Mudik,” sebut Riflan.

Banjir di Kecamatan Lingga Bayu

Selain di Kecamatan Natal, dua desa yakni Desa Parbatasan dan Kelurahan Tapus juga turut terdampak banjir akibat luapan sungai Batang Natal pada Rabu malam itu.

Di Desa Parbatasan misalnya ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter. Tingginya genangan air tersebut membuat warga terpaksa naik ke atas plafon rumah untuk menghindari genangan air dan menyelamatkan harta benda mereka.

Camat Lingga Bayu, Kamal Khan menyebutkan kondisi air di lokasi saat ini sudah surut.
“Daerah itu memang sudah langganan banjir. Kondisi air saat ini juga sudah surut,” ungkap Camat.

Empat Desa di Siabu

Sebelumnya diberitakan, musibah banjir melanda empat desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (13/8) malam.

Adapun empat desa yang terkena dampak banjir tersebut adalah Desa Hutapuli, Hutaraja, Sibaruang, dan Desa Sihepeng Sada.
Camat Siabu, Ali Himsar Nasution menyebutkan, peristiwa banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda kecamatan itu sejak Kamis.

“Sejak Kamis kemarin curah hujan sangat tinggi sehingga mengakibatkan anak sungai di Desa Sibaruang meluap, ditambah lagi dengan drainase di sepanjang jalan protokol lintas Sumatera Desa Hutapuli tersumbat,” ujarnya.

Camat menyebut, akibat banjir tersebut mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena pemukiman penduduk terendam banjir.

“Ketinggian air mencapai 60 cm. Data sementara ada 210 rumah yang terendam, dan seratusan keluarga terpaksa mengungsi, sedangkan korban jiwa tidak ada,” kata Camat.
Selain itu, bencana banjir ini juga menyebabkan 1 unit rumah rusak berat dan dan puluhan rumah rusak ringan.(ant/int)