News

Suka Duka Bottas Jadi Rekan Setim Hamilton

PEMBALAP Tim Mercedes AMG Petronas, Valtteri Bottas, membeberkan suka dukanya menjadi rekan setim Lewis Hamilton. Meski mendatangkan tekanan besar, Bottas ternyata begitu menikmati bekerja sama dengan Hamilton sehingga tak tertarik untuk menjadi rekan setim pembalap lainnya.

Duet Bottas dan Hamilton sudah berjalan hampir tiga musim di Mercedes. Selama itu, Bottas tentu saja merasakan berbagai hal saat bekerja sama dengan pembalap asal Inggris itu, mulai dari kondisi yang begitu membahagiakan hingga kurang menyenangkan.

Dari sisi yang kurang menyenangkan, Bottas mengaku selalu mendapat tekanan besar dan kritik setiap kali penampilannya tak sebaik Hamilton. Publik tanpa ragu memberikan komentar tajam kepada pembalap asal Finlandia itu yang seakan meremehkan kualitasnya.

Tetapi seiring berjalannya waktu, Bottas tak lagi khawatir soal pendapat miring tersebut. Sebab, penampilannya terus membaik. Menurut Bottas, peran Hamilton sebagai rekan setimnya turut memberi pengaruh atas kondisi tersebut. Dengan menjadi rekan setim Hamilton, ia bisa menuai banyak pelajaran berharga untuk mentas di F1. Pasalnya, Hamilton sudah meraih lima gelar juara F1.

Berkat hal-hal positif yang diberikan Hamilton, Bottas pun bisa menuai hasil begitu manis pada musim ini. Di gelaran F1 2019, Bottas telah merengkuh dua kemenangan dan dua podium sehingga membuatnya bertengger di puncak klasemen sementara dengan koleksi 87 poin.

“Lewis (Hamilton) telah menjadi Juara Dunia berkali-kali. Dengan begitu, menjadi rekan setimnya adalah hal yang hebat. Dia bisa menjadi referensi dan tolok ukur yang baik. Kehadirannya juga merupakan peluang bagus untuk membuat tim menjadi sangat kuat,” ujar Bottas, sebagaimana dikutip dari Crash, Kamis (9/5).

“Di sisi lain, tentu saja, Anda selalu bersaing dengan rekan setim Anda, Anda selalu dibandingkan dengan rekan setim Anda sendiri, jadi pasti tidak mudah untuk menjadi rekan setimnya. Selalu sulit untuk berada di depannya, tetapi saya tahu itu mungkin dan semakin dekat saat kami bekerja bersama dalam tim. Saya melihatnya sebagai peluang besar dan saya tidak akan memilih rekan tim lain, bahkan jika dia lebih mudah bagi saya,” tukasnya. (oz/int)

USI