News

Suheri Sihombing Pelaku Pembunuhan Erwanto Damanik Divonis 13 Tahun Penjara

SIANTAR, FaseBerita.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar Iqbal SH memonis terdakwa Suheri Sihombing, pelaku pembunuh Vecky Erwanto Damanik atau Uang Damanik, selama 13 tahun penjara. Pembacaan putusan itu diadakan di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (3/12).

Majelis Hakim Ketua Iqbal SH Purba di dampingi dua hakim menyatakan bahwa terdakwa Suheri Sihombing terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHPidana.

“Kami majelis hakim sependapat dengan jaksa, maka hukuman terdakwa sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya yang diajukan oleh Christanto  SH selama 13 tahun penjara dengan pasal yang sama,” kata Iqbal.

Persidangan vonis ini sempat tertunda. Istri korban Imelda Purba yang hadir pada jadwal persidangan sebelumnya terlihat menangis. Namun pada persidangan kali ini, Imelda yang berstatus sebagai wartawan sekaligus ibu rumah tangga itu, tidak terlihat di persidangan.

Mendengar vonis tersebut tampak terdakwa di hanya dapat terdiam dan tertunduk. Atas vonis tersebut jaksa Cristanto menyatakan sependapat atas putusan yang diberikan hakim sebab sama dengan tuntutan yang ia ajukan.

Adapun barang bukti digunakan terdakwa yang dihadirkan ke persidangan yakni; kaos oblong lengan warna merah maron dengan merek casual romp yang berlumuran darah ,1 jaket lengan panjang warna cokelat merek sport bean pole yang berlumuran darah, 1unit sepeda motor Honda Vario Tekno dengan nomor polisi BK 5164 TAJ warna abu abu les merah dan 1 bilah pisau beserta sarungnya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 28 September 2019 lalu pada pukul 01.00 tengah malam di jalan Cokroaminoto Kota Pematangsiantar. Tepatnya di warung Sophie, korban bersama temannya Andreas Valentino Samosir sedang makan mie goreng dan minum teh. Lalu korban datang memesan mie dan duduk berhadapan dengan korban.

Saksi M Yusuf penjual mie di warung tersebut mengatakan, jika pesanan mie terdakwa sudah siap. Terdakwa langsung berdiri yang sebelumnya hendak mengambil mie pesanannya, tapi seketika itu menusuk korban dengan pisau yang telah diselipkan di pinggangnya.

Korban berusaha melawan dengan melempar kursi, temannya Andreas juga membantu dengan menyiramkan air panas kepada terdakwa. Tapi Suheri semakin bringas dan mengejar Andreas yang lari ketakutan sambil berteriak-teriak minta tolong.

Tak hanya itu, terdakwa kembali mendatangi korban dan menikam nya hingga berulang kali. Beberapa warga datang dan terdakwa pergi meninggalkan lokasi kejadian. Tapi korban tak dapat ditolong dan meninggal dunia setibanya di RS Vita Insani.(ros/fi)

iklan usi