News

Suami Paksa Istri dan Anak Berbuat Jahat, Disiksa Jika Menolak

KISARAN, FaseBerita.ID – R (30) seorang ibu rumah tangga membawa serta lima orang anaknya yang termasuk seorang balita berusia 3 tahun untuk meminta perlindungan pemerintah dari ancaman kekerasan yang dilakukan oleh SB (42), suaminya sendiri.

“Kami selalu mengalami tindakan kekerasan, disuruh berbuat jahat, dan bila tidak mengikuti perintah kami akan disiksa,” ungkap R di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Jumat (23/7/2021).

Dijelaskan R, selama ini mereka tinggal di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. Kedatangan ibu lima anak ini diantar oleh Mulyadi, salah seorang keluarga mereka dan seorang tetangganya yang bekerja sebagai nelayan.

Menurut pengakuan ibu lima anak ini, selama ini mereka kerap tinggal berpindah tempat mulai dari di daerah Palembang, Ujung Batu Sosa, Gunung Tua hingga terakhir di Asahan. Menurut, suaminya sengaja membawa mereka karena untuk menghindari kejaran dari pihak kepolisian, sebab selama ini suaminya itu terlibat beberapa kasus penggelapan mobil.

Karena sering dikejar-kejar, R dan anaknya kerap berganti-ganti nama untuk menghindari kejaran orang lain.
Karenanya, Mulyadi yang merupakan keluarga Rina ini meminta perlindungan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial untuk dapat menyelamatkan Rina dan anak-anaknya dari perlakuan kasar ayah mereka.

Selain itu kata Mulyadi ia kerap diintimidasi oleh suami Rina. Hal tersebut yang membuat dia nekat menitipkan Rina dan lima anaknya ke Dinas Sosial untuk mencari perlindungan.

“Tadi malam saja, rumah kamu pukul 03.00 WIB, digedur orang . Mungkin ini rangkaian karena kami menyelamatkan keluarga ini,” ungkap Mulyadi.

Sementara itu Dewi, salah seorang Pekerja Sosial (Peksos) yang menampung aspirasi itu warga Bagan Asahan itu, menyarankan agar membuat pengaduan sesuai dengan kartu identitas mereka.

“Mereka ini memiliki Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan Pemerintah Kota Tanjungbalai, maka kami sarankan agar membuat pengaduan ke Polresta Tanjungbalai atas dugaan penelantaran. Apalagi anak-anaknya tidak mengecam pendidikan padahal berusia sekolah,” ujar Dewi.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan Awaluddin sangat menyayangkan sikap orang tua yang menelantarkan apalagi melibatkan ke dalam situasi yang tidak baik.

“Semoga semua pihak yang mendengar cerita ini, bisa berempati dan menyelamatkan mereka dari situasi yang tidak baik,” ungkapnya. (per/fabe)