News

Suami, Istri dan Anak Masing-masing Terdaftar Penerima BST dari Kemensos

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Belakangan, warga Kelurahan Kota Beringin protes dengan tidak tepat sasarannya Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial.

Selain yang sudah disampaikan oleh warga Pondok Reformasi bernama Infus Hutapea dan rekan-rekannya kemarin, ternyata terbukti bahwa data penerima dana BST di Kota Beringin amburadul. bahkan ada 1 KK yang terdiri dari suami, istri dan anak yang belum menikah, menerima dana BST.

“Dalam daftar penerima BST yang telah dipanjang di kertas papan pengumuman Kelurahan Kota Beringin, dari kepling II, terdata suami, istri dan anak yang belum menikah masuk sebagai penerima BST. Mereka semua ada dalam satu kartu keluarga. Yakni suami nomor 73, istri nomor 78 dan anak nomor 64, tercantum dalam daftar tersebut,” kata mantan kepling 1 kelurahan Kota Beringin tahun 1990 hingga 2010, Syahril Situmeang kepada new Tapanuli kamis (14/5).

Selain itu, kata Syahril, ada nama penerima yang ganda di nomor 1 dan di nomor 60 atas nama Riski Ananda Siregar.

Kemudian ada satu keluarga suami istri nomor  54 dan nomor 139. Ada juga warga yang dianggap mampu dan belum berkeluarga tercantum di nomor 10. Yang paling disayangkan, ada pengusaha yang sudah tergolong besar, yakni di nomor 3 yang turut menerima BST.

“Sekarang timbul pertanyaan, kenapa data penerima BST hanya dua oknum kepala lingkungan yang masuk sebagai penerima,  yakni Kepling II momor 73 Dan oknum kepling III nomor 56, kenapa oknum Kepling I Dan IV tidak masuk?” Kata Syahril Situmeang.

Menurut dia, data penerima BST ini sangat janggal dan aneh. Lalu di mana salahnya?  Menurut dia,  salahnya ada pada usulan awal dari data penerima BST, bukan di Dinas Sosial.

Ada Siahaan bahwa usulan ini dicampuri oknum Ketua Tim penggerak PKK Kota Beringin yang juga merupakan istri oknum pengusaha besar tersebut,  sehingga diduga yang terdata kebanyakan kroni kroninya.

“Sesuai perintah Presiden RI bapak Jokowi,  Masyarakat diminta turut serta mengawasi dan memantau bantuan pemerintah tersebut, Itulah Kenapa hal Ini kita sampaikan, ” jelasnya.

Sementara itu, Kadis PMK, Agus Saleh, ketika menerima protes warga Pondok Reformasi sebelumnya menyampaikan bahwa data BST diakuinya memang baru masuk. Dan pihaknya langsung mengkroscek dan memverbal,  seperti tadi, ada warga yang komplain. (mis/fi)