News

Stres Ditinggal Istri, Seorang Ayah di Sibolga Aniaya Anak Kandung

FaseBerita.ID – Personil Polres Sibolga menerima laporan seorang kakek bernama Hasan Hutabarat terkait penganiayaan terhadap cucunya yang dilakukan oleh ayah kandung korban. Bahkan aksi kekerasan itu sempat viral di media sosial setelah videonya menyebar dalam beberapa hari ini.

Sebelumnya diketahui, dalam sebuah video viral tersebut ada seorang laki-laki bertopi, berbaju kaos motif garis-garis putih-kuning-hitam sedang mengamuk di sebuah rumah. Laki-laki tersebut tampak memarahi seorang bocah sampai menangis dan merasa ketakutan.

Diduga, aksi kekerasan itu sengaja direkam untuk memberitahu kepada ibu korban mengenai kondisi keluarganya sekarang. Maksudnya, menyuruh agar ibunya tersebut pulang ke rumah. “Mak, pulang lah mamak, sudah marase aku dibikin bapak, ndak diperdulikan kami,” kata si anak dalam video.

“Truss (bilang, red),” bentak laki-laki itu lagi. Meskipun sudah dalam kondisi kesakitan, pria itu tanpa ampun terus melancarkan aksinya tersebut.

Ternyata peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4) sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Kader Manik Lorong III, Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (20/4) pagi membenarkan adanya laporan dari kakek korban.

“Kakeknya bernama Hasan Hutabarat (59) warga Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, melapor ke Polres Sibolga hari Minggu (19/4) sekira pukul 20.40 WIB,” katanya.

Dia menerangkan, pelaku berinisial RM yang merupakan ayah kandung korban, sedangkan korban berusia 11 tahun dan berstatus pelajar. “Petugas juga mengambil keterangan dari saksi-saksi, yakni Desman Manalu (45) bibi korban dan Samsul Hadi (35),” jelasnya.

Berdasarkan kronologisnya, sambungnya, pada hari Minggu (19/4) sekira pukul 11.00 WIB, kakek korban baru pulang dari ziarah kubur di Desa Aek Tolong Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapteng.

“Kemudian pada saat itu, dia (kakek korban) sedang duduk-duduk di depan rumah warga, didatangi oleh seseorang yang mengatakan bahwa cucunya telah dipukuli RM, ayahnya sendiri,” bebernya seraya menambahkan seseorang itu juga menunjukkan rekaman video yang ada di dalam handphone-nya yang sudah viral beredar di media sosial.

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, kakek korban pun merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Sibolga untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. “Sejauh ini, kita membuat Visum et Repertum dan mengambil keterangan para saksi. Kasus ini juga masih dalam proses Sat Reskrim Polres Sibolga,” tandasnya. (rb)