News

Sri Ningsih: Semangat Belajar Kartini Patut Kita Teladani

SIANTAR, FaseBerita.ID – “Semangat belajar yang tinggi dari seorang RA Kartini patut kita contoh sejak dini. arahnya, Kartini itu sosok yang suka membaca buku dan gemar belajar. Jadi, semangat Kartini ini harus tetap dikobarkan. Tidak hanya di sekolah, di rumah pun tetap harus dilakukan,” tegas Sri Ningsih SPd AUD, Kepala Sekolah RA Alwashliyah Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4).

Menurut Ibu Ning, sapaan akrabnya, jasa perjuangan seorang Kartini untuk memajukan pendidikan bagi perempuan-perempuan Indonesia, sungguh tiada tara. Gebrakan yang dilakukan Ibu Kartini dan pahlawan-pahlawan pendidikan lainnya, membuat dunia pendidikan di Indonesia bisa seperti saat ini.

Dan, untuk menanamkan semangat belajar Kartini sedari dini, pihaknya telah memperkenalkan sosok RA Kartini kepada anak-anak didik. Bahkan, setiap tahun juga digelar perlombaan mencari Kartini Cilik yang proses penilaiannya dilihat dari kegemarannya belajar di sekolah, adab di sekolah, cara berpakaian hingga keluwesan dalam bersikap.

“RA Alwashliyah memiliki kalender tahunan Mencari Kartini Cilik setiap tanggal 21 April. Namun, karena sekarang sedang pandemi maka program itu ditiadakan untuk sementara waktu,” ucap Ibu Ning.

Ibu Ning menambahkan, semangat Kartini juga diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. RA Kartini dikenal dengan karakternya sebagai perempuan tangguh dengan skill menulis yang mumpuni. Begitu juga di RA Alwashliyah. Sejak dini dibangun pola untuk melahirkan anak-anak yang memiliki skill dan karakter, tidak hanya meneruskan cita-cita. Tapi, lebih menitikberatkan pada apa yang bisa dilakukan.

Ilmu yang didapat langsung diterapkan, sehingga terbentuk yang anak-anak yang beriman dan bertakwa. Salahsatu cara yang diterapkan adalah dengan memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Misalnya membuang sampah pada tempatnya. Serta memberikan contoh-contoh kebaikan lainnya. Hal itu untuk pemahaman karakter. Sedangkan untuk membentuk skill mereka, langsung dilakukan praktik.

“Ada banyak praktik-praktik pendidikan yang kita lakukan di sini. Misalnya, cooking fun. Kegiatan ini untuk mengetahui minat dan keahlian anak-anak dalam memasak. Kita perhatikan betul-betul mana anak yang suka memasak, atau hanya sekadar ikut memasak. Ada juga praktik Market Day. Anak-anak kita berikan contoh sekaligus diberi pemahaman bagaimana transaksi jual beli dilakukan.Di sini, kita juga perhatikan mana anak-anak yang suka berdagang. Ada banyak lagi praktik lainnya yang menunjang pengembangan minat dan bakat,” jelas Ibu Ning.

Lebih jauh Ibu Ning meminta peran serta orangtua dalam menjaga semangat belajar anak-anak di rumah. Memperhatikan dan mendukung perkembangan minat dan bakat anak masing-masing. Sebab, pendidikan pertama anak-anak diperoleh dari rumah. “Mari kita bersama-sama membentuk karakter dan skill anak-anak sebagai bekal mereka di masa depan,” ajak Ibu Ning kepada seluruh orangtua murid.(ann/fabe)