News

Sosok Masta Sirait: Aktif di Gereja, juga Ikut Menggarap Film Horas Amang

FaseBerita.ID – Kepergian Masta Ikrar Oktavia Sirait meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga serta teman-temannya. Tampak di rumah duka, para rekan-rekan Masta datang melawat dan membawa karangan bunga.

Masta Sirait sosok yang sangat aktif di gereja. Bahkan Masta juga bergabung dengan kelompok pembuatan film dengan judul Horas Amang dengan bekerja sama dengan produser dari gereja di Jakarta.

Dalam pembuatan film ini, Masta dihunjuk sebagai koordinator Siantar-Simalungun dan film ini rencananya akan tayang pada bulan Agustus 2019 mendatang.

Sementara itu, Wakil Walikota Siantar Togar Sitorus yang kediamannya dekat rumah Masta datang melayat dan bergabung dengan masyarakat di sana. Saat diwawancarai, Togar mengatakan bahwa terkait hal ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan.

“Sudah dibicarakan kemarin dengan dinas terkait,” ujarnya sembari berlalu.

Horas Amang, Drama Komedi Mengangkat Perjuangan Ayah

Horas Amang adalah film yang mengangkat budaya Batak dibintangi oleh aktor senior diantaranya Cok Simbara, Tanta Ginting, Dendi Tambunan, Jack Marpaung, Novita Dewi Marpaung hingga Piet Pagau.

Mengangkat tema keluarga, film ini berkisah tentang Amang (ayah) dari tiga anak yang berusaha sekuat tenaga agar mereka meraih kesuksesan kelak.

Kehidupan di dunia modern yang sibuk, membuat anak-anak jadi mengabaikan sang Amang dan melupakan adat istiadat.

Amang pun menggunakan cara yang tidak biasa agar anak-anaknya kembali saling mengasihi dan menyayangi orang tua. Pesan moral yang akan diangkat dalam film ini, kata produser Jufriaman Saragih, adalah selalu menyayangi orang tua meski sudah dibuai kesuksesan.

Meski budaya Batak diangkat di film ini, bukan berarti Horas Amang cuma bisa dinikmati oleh suku tertentu.

Karakter yang ditampilkan di Horas Amang tidak melulu orang Batak, ada juga Dodi Epen Cupen dari Papua. Horas Amang diangkat dari kisah berjudul sama yang dipentaskan oleh Teater Legiun pada 2016.

Naskah filmnya ditulis oleh Ibas Aragi, sutradara dan penulis dalam pementasan tersebut. Mengadaptasi naskah teater menjadi skenario film terasa menantang karena Ibas yang harus memangkas versi 4 jam menjadi versi 1,5 jam.

Film yang disutradarai Irham Acho Bachtiar dan Steve Wantania mulai diproduksi pada awal Februari di pulau Samosir dan danau Toba di Sumatera Utara dan Jakarta. Kekhasan budaya Batak juga bakal diperlihatkan lewat lagu-lagu termasuk Anakku Naburju, musik Gondang dan dialog-dialog berlogat Batak.

Artis peran Cok Simbara (65) dipercaya memerankan Amang dalam film Horas Amang. Meskipun berdarah Batak, Cok justru enggan terlalu berlebihan berdialek Batak saat berperan sebagai Amang.

Padahal sebagai pria asal Tapanuli, Sumatra Utara, Cok tentu menguasai dialek Batak dengan baik.

Cok menjelaskan, meski film ini berlatar budaya Batak, pesan yang disampaikan bersifat universal, yang bisa dinikmati oleh semua suku.

“Ceritanya tentang ayah yang mendidik anaknya. Jangan sampai sudah hidup di kota besar terus lupa sama sopan santun, adat istiadat. Dan tugas si Amang itu untuk mengingatkan itu. Jadi enggak hanya untuk orang Batak aja,” ucap Cok. (mag04/pra/int/esa)