News

Situasi Kepulauan Nias Membaik, Pengunjung Cukup Rapid Test

FaseBerita.ID – Penanganan pencegahan Covid-19 di Kepulauan Nias menunjukkan tren membaik pascapenyekatan yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, sejak pertengahan September lalu. Melihat itu, Gubsu memutuskan mengalihkan penanganan Covid-19 dari Satgas Provinsi Sumut ke Satgas kabupaten/kota yang ada di Nias.

“Kalau kita lakukan dengan benar, insyaallah masalah Covid-19 akan selesai di Kepulauan Nias Penanganan tetap berlanjut, tetapi dilakukan oleh Satgas masing-masing kabupaten/kota,” ujar Gubernur, Edy Rahmayadi, saat menerima Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Nias Selatan, Ria Telaumbanua, dan Plt Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (19/10) lalu.

Riadil Lubis menjelaskan, ada beberapa hal yang berubah setelah penanganan Covid-19 dialihkan ke Satgas kabupaten/kota. Antara lain, jika selama ini pengunjung yang ingin masuk ke Kepulauan Nias harus menunjukkan hasil swab negatif, maka setelah tanggal 20 Oktober 2020, setiap orang yang ingin masuk ke Nias cukup menunjukkan hasil negatif (non reaktif) dari rapid test.

“Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan. Untuk masuk ke Nias cukup menunjukkan hasil negatif rapid test,” katanya.

Terkait isolasi terpusat, Riadil mengatakan tetap dilanjutkan. Namun jika selama ini isolasi dilakukan di sembilan hotel, diturunkan menjadi lima hotel. Pembiayaanya masih ditanggung oleh Satgas Provinsi, termasuk juga operasional dari tenaga kesehatan (nakes).

Dijelaskan Riadil, saat ini banyak kemajuan yang sudah dicapai. Salahsatunya adalah Kepulauan Nias sudah memiliki laboratorium swab sendiri. “Untuk laboratorium swab, kita memanfaatkan laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli. Jadi sampel tidak lagi dikirim ke Laboratorium Fakultas Kedokteran USU di Medan,” ujarnya.

Saat ini, lab di Nias sudah swab test sampel 3.150 orang, dari rencana 2.000 orang yang diswab. “Artinya kita telah melampaui target awal,” tambahnya.

Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias yang juga Bupati Nias Utara, Haogosochi Hulu, mengapresiasi tren membaiknya keadaan Kepulauan Nias. “Ekononi berjalan dengan dilonggarkannya syarat pendatang ke Kepulauan Nias cukup menunjukan hasil negatif rapid test. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Haogosochi menyampaikan, untuk menjaga keselamatan anak sekolah, seluruh sekolah mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, baru boleh melakukan sekolah tatap muka setelah tanggal 31 Desember 2020. (rel/prn/smg)

USI