News

Siswi SMP Disekap 3 Hari dan Dicabuli

FaseBerita.ID – Kamis (1/8/2019) sore sekira pukul 16.00 WIB, MKN (14) ke luar rumah dengan maksud buang air ke tempat penyucian sekaligus kakus di sekitar tempat tinggalnya, salahsatu desa di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. Pulangnya, siswi SMP ini dicegat dan disekap tetangganya, JHH (35).

MKN disekap selama tiga hari, hingga Sabtu (3/8/2019) pagi. Selama disekap, MKN dicabuli. Belakangan, MKN yang telah jadi pemuas nafsu pelaku, diantar pulang ke rumah saudara ibunya korban di bilangan Panyabungan, Mandailing Natal.

Dari sini kemudian, kasus ini terbuka. Korban mengaku dikurung dalam rumah kosong yang masih milik keluarga pelaku di desa mereka di Padangsidimpuan Angkola Julu.

Siangnya di hari yang sama, bersama orangtua dan kakak serta pendampingan dari Yayasan Burangir, korban melaporkan perbuatan tetangganya itu ke Polres Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan laporan polisi nomor STPL 348/VIII/2019/SU/PSP, polisi pun akhirnya mengamankan pelaku yang berprofesi sebagai supir, pada hari itu juga.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah menerangkan, dari hasil pemeriksaan, kasus tersebut berawal saat korban sedang ke sungai yang kebetulan dekat rumah pelaku.

Melihat korban, pelaku JHH kemudian mendatangi korban dan menariknya ke dalam rumah kosong yang kebetulan rumah itu milik keluarga pelaku. Di sini, pencabulan itu terjadi. “Diduga, dari awal perbuatan itu sudah direncanakan oleh tersangka,” bebernya.

Pelaku dikenakan Pasal 81 subs 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman penjara 15 Tahun.
Yayasan Burangir, Juli Herniatman Zega yang mendampingi korban dan keluarga menerangkan, korban membeberkan bila pelaku menyekapnya selama 3 hari sejak Kamis sore. Setelah pelaku mengeluarkan korban dari rumah kosong, korban begitu takut untuk pulang.

Lantas pelaku membawanya lagi ke Panyabungan di Mandailing Natal, rumah tulang korban pada Sabtu pagi. Dari sini, korban akhirnya berani membeberkan apa yang telah dialaminya.

“Dari Kamis sampai ke Sabtu. Sejak pukul empat sore,” ujar Juli, menerangkan kronologis penyekapan dan pencabulan yang dialami korban. (san)

iklan usi