News

Siswi SMK Ditemukan Tewas di Kebun Cengkeh

TARUTUNG, FaseBerita.ID – Retna boru Sianturi histeris. Ia tak menyangka menyaksikan putrinya, Kristina boru Gultom (20) dalam kondisi tak bernyawa di perladangan. Parahnya, saat ditemukan kondisi jenazah tidak mengenakan busana.

“Boru hu Kristina… Dang boi be ho hubereng, jala dang boi be ho hubereng PKL di kantor bupati (Putriku Kristina… tak bisa lagi kau kulihat, dan tidak bisa lagi kau kulihat PKL di Kantor Bupati),” ungkap Retna Boru Sianturi.

Ia berulangkali ditenangkan warga sekitar. Air mata terus mengalir dari sudut kedua mata wanita berperawakan kurus ini. Didampingi suaminya Sardin Gultom (50), Retna kembali memanggil-manggil nama putrinya saat jasad Kristina dimasukkan ke kantong jenazah dan diangkut ke ambulans.

Ya, jenazah siswi kelas XII SMK Karya Tarutung warga Dusun Barbaran Desa Banuarea, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, itu pertama kali ditemukan sekira pukul 08.00 WIB pada Senin (5/8/2019).

Jenazah ditemukan oleh ayahnya sendiri, Sardin Gultom yang melakukan pencarian terhadap korban. Jasad Kristina ditemukan di kebun cengkeh yang berjarak 200 meter dari kediaman mereka.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian, korban diketahui sudah tidak pulang satu malam, sejak Minggu (4/8/2019). Lalu pada pagi harinya, Sardin Gultom, keluarga dan warga Dusun mencari keberadaan korban.

Begitu mendapati jenazah putrinya, Sardin dan warga lain langsung melaporkan kejadian ke kepala desa, yang diteruskan ke personel kepolisian. Tak lama, Unit Identifikasi INAFIS dan Reserse Kriminal Polres Taput langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Dari sana, polisi mengamankan bebepa barang bukti dan mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Tarutung.

Menurut salah seorang warga, sebelumnya Kristina keluar rumah sekira pukul 15.00 WIB. Namun, hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Disebutkan juga, Kristina setiap hari PKL di kantor bupati.

“Setiap pulang dari PKL biasanya dia (korban, red) selalu pulang ke rumahnya. Kristina ini baik orangnya dan berparas manis. Sepulang sekolah selalu membantu orangtua membantu menanam kacang di ladang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Dia menambahkan, pada Minggu (4/8/2019), kami masih melihat dia meski tidak sampai ke rumah,” akunya.

Pantauan di lokasi, setelah melakukan identifikasi jenazah korban yang ditemukan dalam posisi telungkup tersebut, polisi selanjutnya membawa jenazah ke RSU Tarutung.

Polisi Amankan Seorang Warga

Sementara Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen melalui Kasubag Humas Aiptu Sutomo Simaremare menceritakan kronologis peristiwa penemuan jenazah korban.

Menurutnya, pada Minggu (4/8/2019) pukul 22.30 WIB, ibu korban Retna br Sianturi datang ke rumah saksi Sanggam Hutapea untuk memberitahukan bahwa putrinya Kristina br Gultom belum kembali ke rumah hingga pukul 22.00 WIB.

Lalu saksi Sanggam Hutapea menyarankan agar Retna menghubungi nomor telepon Kristina. Saat itu Retna mengatakan bahwa nomor HP korban sudah tidak aktif lagi. Kemudian Sanggam menyarankan agar keesokan harinya dilakukan pencarian terhadap Kristina.

Keesokan paginya, Sanggam dan ayah korban pergi bersama-sama mencari korban ke arah sawah. Hal itu atas saran warga bernama Darisson Media Hutapea yang curiga korban pergi ke arah sawah.

Menurut Darisson, ia mencurigai salah seorang warga berinisial RH. Sebab sebelumnya Darisson sempat melihat RH berboncengan dengan seorang perempuan berbaju merah di sekitaran Dusun Sitolu-tolu.

Atas saran itu, ayah korban bersama tiga warga lainnya melakukan penyisiran ke arah Dusun Sitolu-tolu. Setelah beberapa menit melakukan penyisiran.

Nah, tak lama melakukan pencarian, Sanggam Hutapea langsung melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan dengan posisi telungkup di bawah pohon bambu dan salak. Lalu mereka melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan cek TKP dan melakukan lidik dan pulbaket, tim berbagi tugas untuk membawa saksi-saksi dan mengamankan orang yang dicurigai ke Mapolres Tapanuli Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Adapun saksi dalam kasus dugaan pembunuhan itu, yakni Sanggam Hutapea (41), Hotma Tua Hutapea, Tolopan Hutapea (48) dan Sardi Gultom (47). Semuanya warga Huta Pangguan Desa Huta Pea Banuarea Kecamatan Tarutung.

Meski begitu, Sutomo belum mau membeberkan seorang warga yang diamankan tersebut.

“Memang ada yang sudah kita amankan. Saat ini masih dimintai keterangan di Mapolres Taput,” tukasnya. (as/int)

USI