News

Sistem Satu Jalur Parapat-Simpang Sitahoan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Hari ke-5 Lebaran Idul Fitri 1440 H, situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Simalungun, Minggu (9/6) sekira pukul 15.45 WIB, masih terpantau aman dan lancar. Namun pun begitu amatan kru koran ini di lapangan pihak Polres Simalungun masih melakukan berbagai persiapan antisipasi jika terjadi kemacetan di beberapa titik jalur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satuan Tugas Kamseltiblancarlantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia Dinka Barus kepada kru koran ini. Dalam keterangannya bahwa pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem “One Way” di wilayah jalur Kota Wisata Parapat maupun di Simpang Palang menuju Sitahoan.

“Hingga saat ini, kepadatan kendaraan belum terlalu signifikan dibandingkan hari Sabtu (8/6) kemarin. Kekuatan personel hari ini di lapangan masih sama seperti kemarin,ditambah lagi dengan adanya penambahan kekuatan tambahan (Buddy System) untuk pengamanan dan kenyamanan para pengendara,” terang Hendri.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan dari pihak Posko Operasi Ketupat Toba 2019 Polres Simalungun hingga Minggu (9/6) sekira pukul 16.00 WIB, jumlah kejadian kecelakaan yang ditangani pihak Polres Simalungun selama Ops Ketupat Toba 2019 ini sebanyak 3 kasus kecelakaan, dengan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 2 orang.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus kecelakaan yang ditangani oleh Polres Simalungun dalam Ops Ketupat Toba 2018 sebelumnya masih hampir sama. Tidak terlalu signifikan perbedaannya, yakni 3 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan sebanyak 1 orang.

“Polres Simalungun terus berupaya bagaimana terus meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas baik selama Ops Ketupat Toba 2019 maupun tidak tidak dalam Operasi Ketupat Toba 2019 ini. Untuk itu kami imbau kepada para pengemudi agar selalu berhati-hati dijalan, tingkatkan kesabaran dan jika lelah agar beristirahatlah demi kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara,” pungkas Hendri. (adi)