News

Sinode Bolon GKPS ke-44 Dibuka: Gereja Bukan Tempat Ego, Tapi Tempat Bermitra

SIANTAR, FaseBerita.ID– Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) resmi dibuka oleh Ephorus GKPS Pdt Martin Rumanja Purba, Rabu (18/11) bertempat di GKPS Peniel Pematangsiantar.

Ephorus dalam renungan kebaktian pembukaan Sinode yang diambil dari 1 Korintus 12:1-11 mengatakan, ada berbagai kharisma yang diberikan oleh Roh Kudus kepada berbagai orang, namun tujuannya adalah untuk kebaikan bersama, bukan untuk kebaikan pribadi. Gereja bukanlah tempat untuk ego, tapi tempat untuk bermitra.

Melalui Sinode Bolon ke 44 ini, kita diajak untuk memperdalam pemahaman kita dalam realitas gereja, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah pertumbuhan yang dangkal, ketika firman Allah tidak berakar dalam hidup kita, maka hasilnya adalah pertumbuhan rohani yang dangkal.

Yang kedua prioritas yang salah, ketika kita lebih perhatian kepada hal hal yang sekunder, maka kita akan semakin menjauh dari visi dan misi. Yang ke tiga, Datang dan Pergi, kita masih memakai strategi ‘datang’ ke gereja, bukan strategi “pergi” sebagai mana yang diperintahkan oleh Yesus.

Orang hanya sekedar datang dan melihat gereja, tapi Ia tidak pernah pergi untuk menjangkau orang orang dengan Injil. Ke empat adalah Takut, hal yang pernah diperintahkan oleh Yesus tentang talenta injil bahwa hamba yang takut adalah hamba yang tidak dapat memberi keuntungan atau pelipat gandaan secara rohani.

“Marilah kita jalani bersama masa bakti 2020 – 2025 ini meski dalam keadaan yang masih sulit. Janganlah hendaknya keyakinanmu kendor, biarlah rohmu menyala nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.

Ketua panitia Sinode St Dharma Serpin Purba SH dalam laporannya mengatakan peserta Sinode ke 44 yang berlangsung mulai tanggal 18 sampai tanggal 22 Nopember ini berjumlah 453 orang yang terdiri dari Pendeta 220 orang, penginjil 61 orang, perutusan 147 orang dan seksi seksi dll berjumlah 25 orang.

Panitia, katanya lagi harus banyak belajar karena ini yang pertama sekali dilaksanakan Sinode Bolon secara virtual, hal ini untuk menjaga protokoler kesehatan sehubungan dengan Pandemi Covid 19 dan sesuai dengan kesepakatan dengan gugud tugas covid 19 yang diperbolehkan berkumpul hanya 69 orang.

Perlu kami informasikan juga sebelumnya dan yang dibutuhkan mencapai Rp1,4 miliar, namun kemudian karena keputusan pelaksanaan sinode dilaksanakan secara virtual, maka anggaran yang dibutuhkan panitia hanya sekitar Rp468 jutaan.

Sementara itu, Wakil Walikota Togar Sitorus SE dalam sambutannyamengharapkan agar pelaksanaan Sinode Bolon ini dapat merumuskan langkah langkah kemajuan GKPS secara internal dan dapat memberikan pengaruh positif dalam kemajuan berbangsa dan bernegara.

Sebelum dibuka secara resmi oleh Ephorus GKPS, Pimpinan Pusat GKPS dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjend Pdt Dr Paul Ulrich Munte.
“Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan karena kita diperkenankan untuk melaksanakan event yang besar ini yaitu Sinode Bolon GKPS ke-44, meskipun kita berada di masa pandemi Covid 19 yang resikonya juga cukup besar,”katanya.

“Sesungguhnya sejak Maret 2020 yang lalu kita sudah menjalankan semua aktifitas kita dengan penuh keterbatasan karena Covid-19 ini. Itulah juga yang memuat kita akhirnya menunda pelaksanaan Sidang Sinode Bolon ini yang seharusnya dilakukan pada bulan Juli yang lalu. Suasana ini masih belum kondusif tetapi kita sudah memutuskan untuk melaksanakan Sidang Sinode Bolon ini dengan cara virtual. Kita harus memahami situasi yang sedang terjadi ini untuk kita bersama-sama mengikuti pola atau cara yang baru ini,”

“Kami secara khusus berterima kasih kepada gugus tugas penanganan Covid-19 kota Pematangsiantar yang telah memberi petunjuk atau panduan dalam melaksanakan pertemuan ini, dan mereka tidak hanya menyampaikan secara tertulis tetapi juga hadir ke tempat ini unutk meninjau lokasi dan memberitahu apa yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Sinode Bolon ini. Mereka juga telah membantu kita dengan memberi peralatan yang perlu seperti masker, hand sanitizer dan face shield. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga kesehatan kita dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan untuk itu.”

Sekjen menyampaikan terima kasih juga kepada panitia yang sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk terlaksananya sidang Sinode Bolon GKPS. Dengan berbagai cara berupaya untuk kesuksesan acara kita. Juga terima kasih kepad President LWF Rev. Dr. Panti Filibus Musa yang juga adalah Archbishop Gereja Lutheran di Nigeria yang menunjukkan bahwa kita adalah sama sebagai arak-arakan gereja sedunia ini. Juga Pdt Gomar Gultom Ketua Umum PGI yang telah menyampaikan sambutan dengan mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari gereja di Indonesia yang ikut berpartisipasi dan berkontribusi untuk kebersamaan umat percaya di Indonesia.

“Mari kita bersama-sama mendoakan dan mendukung agar Sinode Bolon ini berjalan dengan baik dan agar tidak menjadi tempat penyebaran virus Corona, karena itu kita saling menjaga,”katanya.

Usai memberikan sambutan, Sekjend mengundang Ephorus bersama sama dengan Ketua Majelis Gereja, Wakil Walikota, Ketua Panitia, Pengantar Jemaat GKPS Peniel dan Anggota Majelis Gereja untuk bersama-sama membuka Sidang Sinode Bolon ke-44 secara resmi ditandai pemukulan gong.(win/ros/esa)

iklan usi