News

Sindikat Pengedar Sabu Jaringan Tanjungbalai-Labusel Dibekuk

LABUHANBATU, FaseBerita.ID – Polres Labuhanbatu berhasil menggungkap peredaran narkoba jenis sabu jaringan Tanjung Balai – Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK MH mengatakan pengungkapan jaringan ini diawali dengan penangkapan dua tersangka berinisial SS alias Muneng (46) dan WY alias Yudi (34) oleh Personil Polsek Torgamba yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPDA Jhonsons Sianipar STrK pada hari Jumat 17 September 2021 di Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu Torgamba, Labusel.

“Dari kedua tersangka ini berhasil diamankan 3 plastik klip berisi narkotika sabu 66,16 gram bruto, kaca pirex 2 buah berisi sabu berat 1,4 gram bruto dan 1,58 gram,” kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Mhd Taufiq, SE MH, Kabag Ops Kompol Marluddin,SAg, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH MH dan Kasubag Humas AKP Murniati pada konferensi pers di Halaman Polres Labuhanbatu setempat, Selasa (21/9/2021).

Selanjutnya, jelas Kapolres, pada tanggal 18 September 2021 dari pukul 01.30 WIB hingga subuh, Sat Narkoba yang dipimpin oleh Kanit 2 IPDA Sujiwo Satrio, STrK  melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya yakni berinisial TN alias Toncel dan OPS alias Patar.
“Dari kedua tersangka ini disita dua plastik klip berisi narkotika sabu berat  3,3 gram bruto dan dua buah botol kaca berisi sabu berat 419,62 gram bruto dan enam plastik klip kecil berisi sabu 1,02 gram bruto,” jelas Kapolres Labuhanbatu.

Secara keseluruhan, tambah Deni, dari ke empat tersangka disita 493,08 gram bruto sabu dan terhadap tersangka Yudi dijerat pasal 114 Sub 112 YO 127 UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sedangkan untuk tersangka Muneng, Toncel dan Patar dipersangkakan melanggar pasal 114 Sub Pasal 112 Ayat 2 dengan ancama hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Adapun tersangka Muneng adalah target dari Polres Labuhanbatu yang sudah sejak lama menjadi target, namun selalu berhasil lolos. Dari Kota Pinang kita incar Muneng pindah lokasi ke Torgamba dan akhirnya tertangkap. Tersangka Muneng ini adalah jaringan Tanjung Balai. Dimana dia memperoleh sabu yang diedarkannya sebanyak 500-400 gram setiap dua minggu sekali dan yang terakhir adalah sebanyak 400 gram bruto,” ungkap Deni.

Pengedar 25 Kg Ganja Dicokok

Selain memaparkan pengungkapan kasus peredaran narkoba di Labuhanbatu Selatan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH juga memamerkan tangkapan narkoba jenis daun ganja seberat 25 kilogram di Kota Rantauprapat, Labuhanbatu.

“Pada Selasa 21 September 2021 pagi, personil Sat Narkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu, Kanit 1 IPDA Sarwedi Manurung bersama Team Sus AIPTU Mansyursyah berhasil menggagalkan peredaran narkotika golongan I jenis daun ganja sebanyak 25.100 gram bruto dengan menangkap seorang tersangka berinisial SW alias Adi warga Jalan Siringo Ringo Rantau Prapat,” sebut Deni.

Kapolres menjelaskan, adapun penangkapan tersangka diawali dengan undercover buy dan berhasi mengamankan 4 ampul kecil daun ganja dan satu bungkus daun ganja besar berat bruto 1.050 gram.
Selanjutnya dilakukan pengembangan ke Jalan Baru Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan dan berhasil mengamankan 23 bungkus daun ganja berat 23.000 gram bruto yang disimpan dalam karung putih.

“Dari keterangan tersangka Yudi dikembangkan ke bandarnya berinisial G beralamat di Jalan Pekan Lama Rantau Utara, Rantau Prapat, namun tersangka G sudah melarikan diri. Dengan disaksikan Kepling dilakukan penggeledahan dalam rumah G dan berhasil menemukan 1 bal bungkus plastik berisi ganja berat bruto 1.050 gram,” jelas Deni.

Kepada tersangka Yudi, kata Kapolres, dijerat dengan pasal 114 Sub 111 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan SIK MH juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba dan penyalah gunaannya karena akan berdampak bagi kesehatan, sosial, ekonomi dan rumah tangga.

“Sudah banyak yang cerai karena narkoba, penjara, rumah sakit dan kuburan setiap saat menunggu. Mari jauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba,” tandas Kapolres.(bud/fabe)