News

Sindikat Pembuat STNK dan BPKB Palsu Ditangkap

KISARAN, FaseBerita.ID – Sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Peribahasa ini bisa mengambarkan kelihaian Ridho (28), membuat Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor  (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK) palsu yang akhirnya terungkap juga.

Di Polsek Kisaran Kota, Rihdo menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya. Berbekal pengalaman kerja di beberapa perusahaan leasing, mengantarkan tersangka ke balik jeruji besi.

Kini, warga Desa Silomlom, Dusun II, Kecamatan Simpang Empat, Asahan, berstatus tahanan Polsek Kota Kisaran.

Polisi meringkusnya usai mendapat pengaduan warga karena Ridho acap kali mencetak BPKB palsu agar penjualan sepedamotor bisa dilakukan dengan harga tinggi. “Pertama saya beli kreta cuma STNK aja tanpa BPKB.

Supaya dapat untung banyak BPKB-nya saya scan dibuat tiruannya terus dijual lagi di facebook, diseusaikan dengan nomor mesin dan nomor plat kereta yang mau saya jual,” jelas Ridho menceritakan modus operasi yang sudah delapan bulan terakhir dilakoninya saat diwawancara  di Mapolsek Kota Kisaran, Jumat (19/7/2019).

Menurut tersangka yang mantan karyawan leasing itu, sebelumnya BPKB yang akan dipalsukan dia cari sendiri dan dibeli seharga Rp200 ribu-Rp250 ribu, kemudian isinya discan di salah satu warnet agar data dalam BPKB tersebut terlihat asli sesuai dengan kendaraan yang hendak dijualnya.

“Udah tiga kreta laku dijual dengan model kayak gini pak. Nyesal aku pak ngerjakan ini semua,” katanya seraya menyebutkan setiap kali aksinya dia bisa mendapatkan keuntungan Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Terungkapnya aksi kejahatan yang dilakukan Ridho pertama kali setelah adanya pengaduan dari masyarakat yang saling mengklaim kepemilikan sepedamotor Scoopy BK 6502 VAN pada 5 Juli 2019 di Polsek Kota Kisaran.

Kanit Reskrim Polsek Kota, Ipda Arbin Rambe mengatakan salah satu di antaranya mengaku menjadi korban penggelapan, setelah sepedamotor Scoopy miliknya dilarikan orang.

“Setelah dicek, ternyata salah satu BPKB yang dimiliki korban adalah palsu. Setelah ditelusuri korban membeli sepedamotor dari tersangka Ridho. Sehingga buat laporan ke Polsek Kota Kisaran,” kata Arbin.

Selang beberapa hari berikutnya muncul laporan kejadian serupa. Polsek Kota Kisaran mendapat informasi adanya sepedamotor Yamaha Vixion warna putih yang dikuasai Putra Bagus Budiman, diketahui tak memilili BPKB.

Petugas pun menelusuri informasi tersebut dengan mendatangi yang bersangkutan. Kepada petugas Putra Bagus membantah sepeda motor yang baru ia beli tidak memiliki BPKB. “Pengakuan korban kreta tersebut dibeli dari Ridho. Dan setelah dilakukan pengecekan BPKB kereta korban ke Samsat ternyata palsu. Jadi korban langsung buat laporan,” sebutnya.

Berkat  dua laporan itu, petugas Unit Reskrim Polsek Kota Kisaran lalu mencari keberadaan tersangka Ridho, hingga akhirnya berhasil tertangkap.

Kini Ridho menatap masa depannya dalam jeruji besi dan dikenai ancaman pasal berlapis 378 KUHPidana tentang penipuan, ancaman hukuman maksimal 4 tahun. Dan Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan, ancaman hukuman maksimal 6 tahun. (per/rah)