News

Sidang Kasus Pembunuhan Siswa SMP Nyaris Ricuh

Keluarga Korban Datangi Keluarga Terdakwa

FaseBerita.ID – Sidang pertama RBP, pelaku yang diduga membunuh CP (13) seorang pelajar SMP yang dikubur separuh badan di areal PTPN III Kebun Bangun, Rabu (8/4/2020) lalu, akhirnya memasuki babak baru.

Sebelum sidang dimulai, Rabu (6/5), awalnya keluarga korban sempat mendatangi keluarga terdakwa yang ingin melampiaskan amarah mereka. Namun gagal lantaran personel Polsek Bangun langsung turun ke lokasi untuk melakukan penjagaan ketat guna menghindari terjadinya keributan di antara kedua belah pihak.

Keributan kecil memang sempat terjadi. Bahkan menjadi perhatian warga yang melintas di Jalan Asahan lantaran keluarga korban mendatangi keluarga terdakwa.

Untuk menghindari keributan, akhirnya disepakati sidang digelar di Aspol, Jalan  Asahan.

Jaksa yang menangani aksus ini, Juna Karo Karo SH menerangkan bahwa sidang dilakukan dengan tertutup. Terdakwa RBP dikenakan pasal 181 KUH Pidana Jo Pasal 55 (2) ke 1 KUH Pidana Jo UU RI No.11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Simalungun menyelidiki motif kedua terduga pelaku pembunuh Chanda Prayoga (13), siswa Kelas 2 SMP Taman Siswa Bahjambi yang ditemukan terkubur setengah badan di areal PTPN III Kebun Bangun, pada Rabu (8/4/2020) lalu.

Salah satu tersangka yang diamankan juga masih berusia remaja, yakni RBP, usia 17 tahun, yang merupakan warga Marihat Bayu, Kecamatan Tanah Jawa.

Pelaku lainnya yakni MA, usia 19 tahun, laki-laki, warga Jalan Asahan Km 17, Gang Melur, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Kasat Reskrim AKP Agustiawan menyampaikan, motif pelaku tega menghabisi nyawa korban adalah kesulitan ekonomi. Pelaku berinisial RBP memiliki utang yang jatuh tempo.

“Jadi motif pelaku mengambil HP dan sepeda motor lantaran desakan ekonomi. Pelaku RBP juga memiliki utang dan kesulitan biaya hidup sehari-hari,” katanya.

Usai membunuh Chanda Prayoga, kedua pelaku menjual sepeda motor jenis matic bermerek Yamaha Soul GT itu ke seorang penadah di Kota Tebingtinggi.

Motor itu dijual dengan harga Rp 1,75 juta.

Penadah ini juga telah berhasil diamankan.

Agustiawan menyampaikan, pengembangan dilakukan dan penadah berinisial K berhasil diamankan pada Kamis (9/10/2020) malam kemarin.

“Penadah kita amankan semalam. Adapun insialnya K. Sepedamotor itu dijual ke dia dan barang bukti beserta K juga telah diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Chanda Prayoga bersama pelaku sempat nongkrong dan jalan-jalan bersama pada Sabtu (4/4/2020) malam.

Dua hari berselang keluarga melaporkan Chanda Prayoga hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di areal perkebunan. (ros)