News

Siantar-Simalungun Belum Terima Vaksin Covid-19

FaseBerita.ID – Untuk wilayah Kota Pematangsiantar sampai saat ini belum menerima vaksin-19 yang didistribusikan melalui Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Siantar dr Ronald Saragih mengatakan, pada vaksinasi tahap pertama kemarin hanya tiga daerah yang mendapat di Sumatara Utara, Yakni Medan, Deliserdang dan Binjai.

Dan untuk tahap kedua ini juga belum bisa dipastikan apakah Siantar juga akan dapat atau tidak.

“Informasi yang saya dapat, Siantar akan dapat minggu ini,” kata Ronald.

Disinggung soal jumlah vaksin, Ronald mengatakan kemungkinan sekitar 5.200 vaksin. Sehingga untuk tenaga kesehatan saja masih kurang untuk penggunaannya.

“Rabu ini saya akan ke Provinsi untuk memperjelas bagaimana alokasi vaksin untuk di Siantar,” jelas Ronald.

“Jadi ini terjadi secara nasional karena jumlah vaksin yang masuk ke Indonesia masih terbatas sehingga vaksinasi dilakukan secara skala prioritas,” kata Ronald.

“Kalau untuk pelaksanaan vaksinasi tidak ada kendala dan Siantar sudah siap. Hanya saja vaksin tersebut saat ini masih terbatas, sehingga masih banyak daerah belum dapat,” ujar Ronald lagi.

Disinggung apakah rumah sakit di Siantar masih sanggup menampung pasien Covid-19? Ronald menjawab bahwa kalau RSU Djasamen Saragih dan RS Tentara masih sanggup. Hanya kalau pasiennya sudah parah, terpaksa dirawat ke Medan. Lantaran alat ventilator di RSU Djasamen Saragih terbatas.

Sementara itu, Humas Pemkab Simalungun Akmal Siregar mengatakan bahwa distribusi Vaksin Covid19 ke Kabupaten Simalungun juga belum masuk.

“Kalau Simalungun juga belum masuk,” ujarnya Singkat.

Akmal menambahkan, untuk data covid per 24 Januari 2021 disampaikan, kasus suspek 18, yang terkonfirmasi 62 kasus dan yang sudah sembuh mencapai 559 orang.

Bio Farma Sebut 4 Juta Dosis Vaksin Siap Distribusi Februari

PT Bio Farma memperkirakan empat juta dosis vaksin Covid-19 akan siap didistribusikan pada Februari 2021 mendatang. Saat ini, vaksin tersebut masih dalam tahap proses quality control oleh BPOM.

“Status produk-produk tersebut, saat ini sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan. Dan diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak empat juta dosis vaksin,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir melalui keterangan tertulisnya, Minggu (24/1).

Pada 12 Januari 2021, Bio Farma telah menerima sebanyak 15 juta dosis. Sementara itu, tiga juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk barang jadi, sudah diterima pada Desember 2020.

Dari jumlah tersebut, 1,2 juta dosis di antaranya, sudah terdistribusi ke 34 provinsi, dan sisanya yang 1,8 juta dosis sudah mulai dilakukan distribusi tahap 2 pada minggu ini. Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 untuk 181,5 juta penduduknya, atau setara dengan 426 juta dosis.

“Kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac, melalui dua mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi/finished product single dose yang diperuntukkan front liner di Indonesia, dan impor dalam bentuk bulk/konsentrat vaksin. Dari bulk ini, akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma,” ujar Honesti.

Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin Covid-19 dari produsen Covid-19, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dari Permenkes tersebut, supply vaksin akan didapat dari  hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech dan Sinovac Life Sciences Co., Ltd dan Novovax. (pra/int)

iklan usi