News

Siantar Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

FaseBerita.ID – Sampai per tanggal 5 Januari 2021, jumlah penderita covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kota Siantar sebanyak 19 orang, rumah sakit medan 1 orang dan isolasi mandiri 2 orang. Sementara yang sudah sembuh sudah mencapai 536 orang dan meninggal 17 orang.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Siantar Daniel Siregar saat dihubungi media ini pada Rabu (6/1) sore.

Daniel menyebutkan pihaknya masih terus melakukan upaya tegas dalam penerapan protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian. Salah satu tindakan untuk menekan penyebaran covid-19 adalah dengan pembatasan jumlah undangan dalam setiap kegiatan pesta.

“Ketika ada pesta dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak, orang maka harus mendapat izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Siantar. Dan kemudian dipantau langsung ke lapangan pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Misalnya pesta, maka harus didatangi lagi supaya mengendepankan protokol kesehatan,” jelas Daniel Siregar.

Sementara itu, disinggung soal vaksinasi covid-19 yang akan dikirim oleh Pemerintah Pusat, Daniel mengatakan Pemko Siantar sifatnya menunggu. Namun menurut informasi yang ia terima, kemungkinan vaksin tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Kota pada tanggal 13, 14 Januari 2021 ini.

“Sifatnya kita menunggu. Belum tau kapan. Tapi kita tetap koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatara Utara maupun Pemerintah Pusat,” ujar Daniel.

Untuk persiapan pelaksaan vaksinasi tersebut, Daniel mengatakan pihaknya telah mempersiapkan petugas kesehatan untuk melakukan vaksinasi. Soal nama siapa yang akan divaksinasi, seluruhnya besumber dari Pemerintah Pusat.

“Kami juga tidak tau siapa-siapa saja nanti yang akan divaksinasi. Sebab pemerintah pusat yang pegang datanya. Dan pemerintah pusat yang memberikan informasi langsung ke masyarakat yang mau di vaksinasi melalui pesan SMS,” kata Daniel.

Daniel juga menyinggung jika seandainya masyarakat yang menerima SMS tersebut tidak bersedia divaksinasi, maka Pemerintah Daerah akan memberikan informasi yang jelas tentang vaksin tersebut.

“Kita mau masyarakat mau bekerjasama dengan baik. Sebab vaksin ini tujuannya sangat baik dan ini merupakan langkah pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona,” jelas Daniel.

Vaksinasi Mulai Pekan Depan

Sementara itu, Presiden Jokowi mengungkapkan vaksinasi Covid-19 kepada rakyat Indonesia akan dimulai pada pekan depan.

Sejauh ini, persiapan prakondisi terus dilakukan untuk mendorong proses vaksinasi itu. “Saya ingin menyampaikan bahwa vaksinasi ini akan dimulai minggu depan. Dan saya melihat distribusi sudah dimulai Minggu, Senin kemarin, Selasa, sudah masuk ke daerah,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).

Ia menilai hal itu baru tahapan pertama upaya vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Sebab, target pemerintah pada Januari 2021 ini, sebanyak 5,8 juta dosis vaksin harus masuk ke daerah.

“Februari itu 10,45 juta vaksin harus didistribusikan lagi ke daerah, kemudian Maret 13,3 juta vaksin juga harus terdistribusi dan bisa dilaksanakan vaksinasinya di daerah. Dan bulan-bulan berikutnya akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang,” jelas dia.

Jokowi memerinci jumlah dosis vaksin yang telah dipesan pemerintah. Yang sudah terkonfirmasi ialah Sinovac sebanyak 3 juta plus 122,5 juta. Kemudian dari Novavax 50 juta, Covax Gavi 54 juta, AstraZeneca 50 juta, dan dari Pfizer 50 juta. “Vaksin artinya jumlah total yang firm order 329,5 juta vaksin. Pengaturannya akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan. Oleh sebab itu, saya minta kesiapan-kesiapan dalam rangka menuju vaksinasi itu agar dicek dan dikontrol oleh para gubernur,” jelas dia. (pra/tan/jpnn)

iklan usi