News

Siantar Peduli Papua Tolak Rasisme

SIANTAR, FaseBerita.ID – Sejumlah mahasiswa dan perwakilan masyarakat Kota Pematangsiantar yang berasal dari lima organisasi, menyayangkan tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus lalu.

Mereka pun turun ke jalan dengan membawa spanduk sepanjang sekitar tiga meter dan bendera merah putih. Mereka berjalan mulai dari Taman Makam Pahlawan Nagur menuju inti Kota Pematangsiantar, Selasa (27/8/2019).

Koordinator Aksi Adrianus Sinaga bersama peserta aksi lainnya berjalan di bawah terik matahari sambil terus berorasi menggunakan pengeras suara.

Dalam pernyataan sikapnya, Adrianus menyampaikan negara Indonesia adalah sebuah negara dengan ribuan gugusan pulau, ratusan bahasa, dan masyarakat yang majemuk senantiasa menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Keberagaman adalah sebuah warisan multikultural yang hingga saat ini senantiasa dijaga. Keberadaan masyarakat yang majemuk senantiasa dilindungi, diayomi, dan dijamin dalam konstitusi,” sebutnya.

Disebutkan juga, keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) adalah ciri khas yang diwariskan para pendiri bangsa ini. Namun, keberagaman itu ternodai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, pada 16 Agustus 2019, sehari sebelum rakyat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan.

Tindakan tak terpuji dilakukan aparat dan organisasi masyarakat berupa umpatan rasisme. Juga perilaku represif kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Sehingga memantik keributan dan konflik di tengah masyarakat, terutama rakyat Papua.

Karenanya, massa yang menamakan diri Aliansi Cipayung Plus yang terdiri atas beberapa organisasi seperti PMKRI, GMKRI, PMII, dan KUPIKIR turun ke jalan untuk menyuarakan masyarakat agar tidak terprovokasi.

Massa pun menuju Polres Pematangsiantar dengan tetap membawa spanduk bertuliskan “Kami Meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia Bertanggung Jawab dan Meminta Maaf kepada Masyarakat Papua”.

“Kami meminta agar pelaku rasisme dan referensif terhadap masyarakat Papua ditindak tegas. Kami mendesak pemerintah segera membuka dialog dengan masyarakat Papua. Kami meminta peningkatan dan berikan akses pendidikan, ekonomi, dan politik kepada masyarakat Papua!” teriak massa.

Di pintu masuk Polres Pematangsiantar, massa diterima Kabag Ops Biston S.

“Terima kasih atas semua aspirasinya, terima kasih telah menyuarakannya. Aspirasi ini akan kami tampung dan kami sampaikan kepada pimpinan kami,” katanya. (mag-03)