News

Setelah Honorer, Polisi Tangkap 2 Pria Berstatus PNS di Tapteng

FaseBerita.ID – Setelah berhasil menangkap PS dari depan Kantor Bawaslu Tapteng, Polres Tapteng kembali melakukan penangkapan dua pria dari sebuah rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Selasa (13/10) sekira pukul 21.20 WIB.

Setelah diperiksa, kedua pria tersebut berinisial HS (36) seorang PNS dan rekannya RS (47).

Dari tangan keduanya, Polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 2 paket kecil, yang di bungkus plastik bening di dalam sebuah kotak rokok.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto dalam keterangan pers nya melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat menjelaskan, penangkapan terhadap HS dan RS berawal dari informasi masyarakat.

“Kita lakukan pengembangan dari pengakuan tersangka PS yang telah ditangkap dari Jalan Oswald Siahaan tepatnya di pinggir jalan di depan Kantor Bawaslu Tapteng. Yang mana menurut PS, dia memeroleh sabu-sabu tersebut dari laki-laki yang berinisial HS di sebuah rumah,” terang Ipda JS sinurat, Minggu (26/10).

Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut.

“Kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap HS dan RS,” ungkapnya.

Setelah itu polisi melakukan penggeledahan badan terhadap HS dan menemukan sebuah handphone dari kantong depan sebelah kiri. Kemudian, dilakukan lagi penggeledahan terhadap badan RS dan menemukan 2 paket kecil sabu-sabu.

“Ditemukan juga sebuah handphone dari kantong sebelah kanan RS. Kemudian dilakukan juga penggeledahan lokasi dan menemukan 1 set alat hisap sabu atau bong. Sebuah mancis (korek api gas) dan gunting dari atas meja di hadapan HS dan RS,” pungkasnya.

Selanjutnya polisi membawa HS dan RS beserta barang bukti ke kantor Polres Tapteng, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Usai menjalani pemeriksaan, keduanya akhirnya diterapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Tapteng.
Terhadap keduanya dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (ts)

iklan usi