News

Setelah 1 Orang Positif di Sarimatondang, 100 Warga Rapid Test

FaseBerita.ID – Setelah 1 orang dinyatakan terindikasi positif, 100 warga Sarimatondang dilakukan pemeriksaan rapid test di Kantor Lurah Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/4/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Pemeriksaan Rapid Test tersebut dilaksanakan oleh Tim Dinas Kesehatan Simalungun didampingi pihak Puskesmas Sarimatondang.

Turut dihadiri Camat Sidamanik, Sekcam, Lurah Sarimatondang, Anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik, Babinsa Koramil 17 Sidamanik dan Bhabinkantibmas Polsek Sidamanik.

Anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik saat diwawancarai mengatakan pemeriksaan Rapid test tersebut dilakukan terumata untuk warga Jalan Durian, Lingkungan I, Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik.

“Rapid Test khusus di Kelurahan Sarimatondang, karena ada sekitar 30 ODP dan 1 orang asal dari Jalan Durian, Dusun I terindikasi dengan status ODP terkena Covid-19, sesuai pernyataan Bupati Simalungun, beberapa hari yang lalu,” terangnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, Berhard Damanik mengatakan 1 orang yang positif bekerja di Pamatang Raya, tapi orangtua (Ibu) yang bersangkutan tinggal di Jalan Durian tidak mau diperiksa meski telah dua kali dilakukan pemanggilan oleh perangkat Kelurahan, malah pergi ke sawah.

“Sampai hari ini tidak ikut, karena sepertinya orangtuanya tidak mau untuk dirapid test, kita sudah dua kali menugaskan perangkat Kelurahan untuk memanggil orangtua yang bersangkutan, tetapi orangtua tersebut tidak mau di Rapid Test karena dia mengatakan bahwa dia sehat,” jelasnya.

Bernhard Damanik kemudian mendorong Bupati agar segera melakukan penugasan kepada Pangulu dan Kelurahan untuk meralokasi anggaran dalam penanganan Covid-19,  mengigat penyebaran Virus Korona akan diputuskan secara bersama-sama.

“Kita berharap Bupati Simalungun untuk segera melakukan perintah surat keputusan melakukan relokasi anggaran terhadap Kepala Desa dan Kelurahan untuk menangani Covid 19 secara bersama-sama, misalkan penyemprotan secara bersama-sama dalam hari yang sama, itu dapat memutuskan mata rantai Covid-19 ini,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Sarimatondang, Sorta Tinambunan saat dikonfirmasi, sepertinya mengelak dan tidak jelas memberikan keterangan serta menyarankan konfirmasi kepada tim Dinas Kesehatan.

“Tanya aja sama tim kesehatan, artinya aku cuma mendampingi aja disini, kalau PDP di Kecamatan Sidamanik tidak ada, tapi ODP orang tanpa gejala (OTG) kurang lebih kayaknya 35 orang,” ucapnya.

Sementara Tim Dinas Kesehatan, Karel Sihombing, mengatakan pihaknya akan turun ke beberapa Kecamatan untuk melakukan Rapid Test.

“Ya sesuai jadwal, hari ini kita melakukan rapid test di Kelurahan Sarimatondang, untuk 100 sampel, selanjutnya kita akan turun ke beberapa Kecamatan untuk Rapid Test,” sebutnya.

Kemudian Lurah Sarimatondang Rita Juli Tambunan dengan Camat Sidamanik Juliana F  mengatakan selain rapid test, juga ada pemberian vitamin dan menyediakan 3 tempat cuci tangan.

“Setelah rapid test, bagi vitamin kepada warga, pembakaran APD yang sudah dipakai dan menyediakan 3 tempat cuci tangan, 1 di masjid, 1 di Gereja HKBP dan 1 di Kantor Lurah,” terang Lurah.

“Kita berharap bagi warga Kelurahan Sarimatondang yang baru saja dilakukan pemeriksaan Rapid test, mudah-mudahan hasilnya semua negatif supaya kita bahagia dan merasa tenang,” sambung Camat.

Kepala Dusun I Sarimatondang, Juanda Sitanggang mengungkapkan setelah adanya pernyataan Bupati Simalungun, 1 warga Sarimatondang positif, mulai dari itu warga lain takut dekat sama mereka.

“Sejak adanya pernyataan Bupati Simalungun itu, kami Dusun 1 Sarimatondang jadinya dikucilkan. Warga lain pada takut dekat sama kami. Kalau kami datang, orang pada menjauh. Mereka takut kami membawa virus padahal kami sehat. Mohonlah nama baik kampung kami dipulihkan,” harapnya. (mag-05)

USI