News

Setahun Buron, Umar Ritonga Serahkan Diri ke KPK

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Pihak keluarga akhirnya bersepakat menyerahkan Umar Ritonga ke pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Umar setahun terakhir tercatat sebagai buronan terkait kasus suap eks Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap.

Proses penjemputan di rumah mertuanya, Ali Bosar Harahap di Jalan Batu Sangkar, Gang Ijtimal I, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2019).

“Memang kami serahkan ke pihak KPK,” kata Ali Bosar Harahap di kediamannya kepada Metro Asahan.

Kata Ali, pihak KPK sejak Selasa malam (23/7/2019) sudah mendatangi mereka. Menyarankan, agar Umar menyerahkan diri. Kemudian, Umar Ritonga menghubunginya dan memberitahukan posisi keberadaannya saat itu.

“Setelah diberitahukan posisinya, saya jemput Umar ke Siak, Riau,” sebut Ali.

Selanjutnya, pihak keluarga menyerahkan ke pihak tim KPK. Proses penyerahannya, lanjut Ali disaksikan oleh Kepala Lingkungan Batu Sangkar dan Lurah Sioldengan.

“Surat penyerahannya (Umar) dibuat KPK disaksikan Kepling dan Lurah,” tambahnya.

Selama di rumah mereka, kata Ali, pihak KPK mengaku tidak memberatkan pihak keluarga mereka. Bahkan enggan disuguhi makan dan minum. “Kami sodori sarapan dan minuman, mereka menolak,” pungkasnya.

Lurah Sioldengan Yusuf kepada wartawan menyampaikan bahwa sebelum penangkapan Umar Ritonga, lurah bersama kepala lingkungan telah membujuk pihak keluarganya agar Umar menyerahkan diri.

“Alhamdulillah atas saran dari penyidik KPK RI dan pendekatan serta sugesti dari saya sebagai Lurah Sioldengan, mertua Umar Ritonga, Ali dan abang Umar Nassir Ritonga, bersedia menyerahkan Umar Ritonga,” katanya.

Yusuf juga mengatakan bahwa, untuk membujuk keluarga, sudah beberapa hari belakangan pihak kelurahan bersama kepala lingkungan setempat bernegosiasi dengan pihak keluarga Umar Ritonga tersebut.

“Sudah 3 hari negosiasi atas perintah penyidik KPK RI kepada keluarga Umar khususnya mertua umar yang tinggal di Lingkungan Batu Sangkar,” ujarnya.

Dalam penjemputan DPO tersebut, sambungnya, tidak ada satu orang pun polisi dari pihak Polres Labuhanbatu yang ikut serta dalam penyerahan Umar Ritonga.

“Dengan menyerahnya Umar Ritonga, Penyidik KPK RI, menyarankan saya dan Kepling Batu Sangkar untuk ikut mengantar Umar Ritonga ke Kantor KPK RI Jakarta. Ini saya lagi dalam perjalanan ke Jakarta,” tutupnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan mengakui penangkapan dilakukan pagi hari. “Ya, pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, yaitu UMR (Umar Ritonga),” katanya.

Tim KPK, kata Febry, dibantu personel Polres Labuhanbatu mendatangi lokasi keberadaan Umar Ritonga.

“Mengetahui UMR berada di rumah dan kemudian tim melakukan penjemputan dengan bantuan Polres Labuhanbatu,” bebernya.

Pihak keluarga bersama lurah setempat juga koperatif menyerahkan UMR untuk proses lebih lanjut. “KPK menghargai sikap koperatif tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, UMR segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut. KPK, katanya berharap penangkapan DPO ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses proses hukum. Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi. (bud/rah)

iklan usi