News

Sembako Diantar ke Rumah Warga Kesal Dikutip Rp10 Ribu

FaseBerita.ID – Pangulu Jawa Maraja, DS, minta maaf atas adanya pengutipan sebesar Rp10 ribu terhadap warganya yang mendapat bantuan sembako, Rabu (17/6).

Kutipan itu bukan untuk dirinya pribadi. Melainkan buat perangkat desa seperti kadus, sebagai pengganti uang minyak karena sudah mengantar paket sembako ke rumah masing-masing warga.

Namun, hal itu membuat warga kesal hingga kasus itu bergulir di Komisi I DPRD Simalungun.

Permintaan maaf itu disampaikan Pangulu di hadapan anggota Komisi l DPRD Simalungun dalam rapat yang digelar di Kantor Camat Jawa Maraja Bah Jambi, Rabu (17/6).

“Uang yang Rp10 ribu itu sebagai pengganti uang minyak para kadus karena sudah mengantar sembako langsung ke rumah warga. Itu hasil musyawarah kami,” kata Pangulu.

Mendegar penyataan tersebut, Komisi l yang dihadiri Histoni Sijabat, Sastro Joyo Sirait, Bonauli Rajagukguk, Junita Veronika Munte, Benfri Sinaga, Ucok Alatas Siagian,dan Arifin Panjaitan, memakluminya.

“Kita harus memaklumi kinerja perangkat desa yang susah payah mengantar sembako ke rumah warga masing-masing. Lantaran Pangulu Jawa Maraja sudah minta maaf dan juga pengutipan uang Rp10 ribu hasil musyawarah, masalah ini dianggap selesai,” kata Histoni Sijabat.

“Kurasa pengutipan seperti ini bisalah dimaklumi. Karena sembakonya sudah di antar langsung ke rumah. Lagian, kutipan itu juga diminta dari warga yang sembakonya di antar ke rumah. Ke depannya, untuk menghindari masalah seperti ini, pengambilan sembako berikutnya silahkan diambil di kantor pangulu saja,” imbaunya. (bis/des)