News

Semangat Hatabosi Harus Lestari

FaseBerita.ID – Semangat Hatabosi, harus mampu dijaga dan dilestarikan serta diteruskan oleh anak cucu dimasa mendatang. Dan, raihan penghargaan Kalpataru dari Kementrian Lingkungan Hidup, merupakan suatu kesyukuran, yang harus dimaknai dan dijaga kelestariannya dimasa mendatang. Hal ini diutarakan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu, kepada wartawan usai peresmian Tugu Kalpataru Hatabosi, di Tanjung Rompa, Desa Tanjung Dolok, Kecamatan Marancar, Sabtu (23/1).

Disebutkan, Hatabosi merupakan singkatan dari Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap, 4 pemukiman warga yang dulunya merupakan desa yang berdiri sendiri di Kecamatan Marancar. Dimana, sejak 1907 warga di empat pemukiman ini, memiliki semangat memanfaatkan air untuk kehidupan, selaras dengan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara adat dan musyawarah, agar pasokan air tetap terjaga selamanya.

Dikatakan, Hatabosi telah dinobatkan oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai menerima penghargaan Kalpataru.

“Karena, sejak ratusan tahun hingga sekarang kehidupan Hatabosi telah berhasil menjaga kearifan lokal, khususnya kelestarian lingkungan, demi terjaganya sumber air yang menjadi sumber kehidupan bagi orang banyak,” ungkap Bupati.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Pemkab Tapsel ini juga mengajak semuanya agar tidak merusak alam. Dan memanfaatkan alam seperlunya agar keasriannya tetap terjaga.

“Mudah mudahan Hatabosi menjadi contoh bagi warga lainnya. Sehingga hutan dan lingkungan di Tapsel khususnya dapat terjaga dan terpelihara,” ucapnya.

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan, Tugu Hatabosi ini harus dimaknai sebagai warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Dan diharapkan, penghargaan tertinggi dibidang lingkungan hidup ini menjadi role model bagi daerah lain di Sumatera Utara.

“Selain itu saya berharap, agar Hatabosi tidak hanya meraih penghargaan di tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meraih penghargaan di tingkat internasional,” harap Gus Irawan.

Pada acara itu, ada Dr Pahrian Siregar yang merupakan salah seorang tokoh sentral dalam meraih penghargaan Kalpataru tersebut.

Selain bercerita tentang, langkah, upaya dan perjuangan untuk meraih penghargaan itu, Fahrian yang dikenal sebagai Forum Orang Utan ini menyebut, Hatabosi harus dijaga dan dilestarikan hingga ke anak cucu. Karena hutan adalah sumber air, dan air adalah sumber kehidupan.

“Sian haranganido mual niaek (dari hutan itu sumber air). Sian aek ido hangoluotta (air adalah sumber kehidupan kita). Karena itu, hutan harus terjaga untuk kehidupan kita,” sebutnya seraya mengenang kebersamaannya bersama almarhum Panusunan Pasaribu dalam memperjuangkan Hatabosi agar diakui dikancah nasional.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel meresmikan tugu Kalpataru Hatabosi, disaksikan Pahrian Siregar, Anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPRD Sumut Samsul Qamar, Tokoh Masyarakat Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang, jajaran pejabat Pemkab Tapsel, tokoh adar dan tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (ran/fabe)

iklan usi