News

Selamat Jalan Buya

FaseBerita.ID – Ribuan masyarakat Kabupaten Asahan melepas keberangkatan jenazah Taufan Gama Simatupang usai disholatkan di Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran, Selasa (23/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Buya, sapaan akrab Taufan Gama Simatupang tutup usia 55 tahun. Dalam prosesi sholat jenazah, anak lelaki satu-satunya, Imam Akbar Simatupang bertindak sebagai imam shalat. Alharhum diberangkatkan kembali menuju kota Medan untuk dimakamkan sesuai dengan permintaan keluarga.

Sebelumnya, dalam upacara pemberangkatan jenazah, Wakil Bupati Asahan H Surya BSc langsung memimpin dan bertindak sebagai inspektur upacara serta Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman M Azmi Ismail selaku pemimpin upacara dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman rumah pribadinya di Jalan Mahoni Kisaran.

Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara, Surya mengatakan bahwa kesehatan almarhum belakangan ini sebagaimana diketahui dalam kondisi yang kurang baik. Diapun meminta kepada masyarakat maupun ASN untuk mendoakan almarhum dan memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

Tampak dalam upacara tersebut sejumlah pejabat di antaranya Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) H Kaharuddin Syah. Usai upacara singkat di kediamannya, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Agung Ahmad Bakrie dan disholatkan, kemudian diberangkatkan menuju Medan untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Bupati Asahan yang menjabat dua periode itu sejak tahun 2010 hingga akhir masa hidupnya mengalami sakit kurang lebih dua tahun lamanya. Ia beberapa kali abstain di acara pemerintahan dan diwakilkan oleh Wabup Surya, karena alasan kesehatan.

Baca juga: Asahan Berduka: Bupati Taufan Gama Simatupang Meninggal Dunia

Taufan kemudian dikabarkan meninggal pada Senin (22/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Kolumbia Asia, Medan. Sekitar pukul 21.30 WIB, malam itu juga almarhum diberangkatkan ke Kisaran.

Namun keesokan harinya usai dilaksanakan fardu kifayah, Taufan kembali menuju kota Medan untuk dimakamkan. Rencananya dia akan dimakamkan di TPU Jalan Thamrin Medan.

Almarhum meninggalkan lima orang anak, empat di antaranya adalah perempuan dan seorang anak lelaki.

Sosok Pemimpin Pekerja Keras

Meninggalnya Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang, Senin (22/4) malam mengundang perhatian masyarakat. Ribuan warga berkunjung ke rumah duka malam itu juga.

Rumah duka di Jalan Mahoni, Kisaran, Kabupaten Asahan diselimuti kesedihan saat jenazah almarhum tiba pukul 23.30 WIB. Selain warga, Wakil Bupati Asahan H Surya BSc turut menyambut kedatangan jenazah almarhum.

Hadir juga Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK, Dandim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Danlanal Tanjung Balai Letkol laut (p) ropitno H tr Hanla dan Walikota Tanjung Balai M Syahrial.

Surya saat diwawancarai mengatakan merasa sangat kehilangan dengan kepergian orang nomor satu di Asahan itu.

“Kami semua dan seluruh aparatur pemerintahan Kabupaten Asahan terkhusus saya sendiri sebagai Wakil Bupati Asahan merasa sangat kehilangan atas kepergian seorang pemimpin yang menjadi panutan bagi kami,” ucap Surya dengan raut wajah sedih dan mata becermin.

Menurutnya, almarhum adalah sosok pemimpin yang pekerja keras sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Beliau (Bupati Asahan, red) memiliki sifat disiplin, bekerja dengan sepenuh hati. Kalau bekerja itu tidak mau menunggu besok atau lusa. Kalau ada program, langsung segera ditindak lanjuti,” jelasnya.

Baca juga: Sosok Taufan Gama Simatupang Berwibawa dan Suka Tersenyum

Surya mengatakan, ia dan jajaran Pemkab Asahan siap melanjutkan visi misi Bupati Asahan.

“Kami siap melanjutkan visi misi beliau untuk membangun Kabupaten Asahan sesuai dengan apa yang dicita-citakannya,” ujar Surya.

Merasa Kehilangan

Pantauan wartawan, malam itu, di rumah duka ramai pengunjung dengan tujuan melayat atas meninggalnya orang nomor satu di Asahan itu.

Salah satu jamaah ta’jiah yakni Edi Saputra Siagian Alumni IAIDU (Institut Agama Islam Da’ar Ulum) Asahan, mengaku sangat sedih dan kehilangan.

“Kami dan saya pribadi merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Buya Taufan. Menurut kami beliau adalah sosok pemimpin yang sangat teladan dan sangat pantas untuk dicontoh,” kata Edi.

Menurut Edi, Bupati 2 periode di Asahan itu mampu menginspirasi masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Asahan menjadi Kabupaten yang Sehat, Cerdas, Mandiri dan Religius.

“Sepengetahuan saya, berbagai macam pembangunan telah dilakukan oleh Buya Taufan. Salah satu contoh pembangunan masjid yang sangat besar dan megah di Asahan. Hal itu tentu mampu menjadikan ikon pembangunan Kabupaten Asahan yang religius,” tuturnya.

Edi mengaku sudah sangat lama mengenal Almarhum (Bupati Asahan), sejak tuhun 1996.

“Saya sudah sangat lama mengenal Buya Taufan, sejak tahun 1996. Saat itu almarhum masih menjabat sebagai Camat Lima Puluh dan menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan PMDU (Pesantren Modern Da’ar Ulum),” jelasnya.

Informasi dihimpun, kini jenazah masih dalam perjalanan dan diperkirakan akan tiba di rumah duka sekitar pukul 11.30 WIB. (Per/Bay)

USI