News

Sekolah Negeri Tampung Siswa Melebihi Kuota, Perguruan Swasta Terancam Tutup

TAPTENG, FaseBerita.ID– Kegelisahan tengah dihadapi sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal ini akibat, terjadinya penurunan jumlah siswa yang masuk setiap tahunnya.

Ironisnya, kondisi tersebut membuat beberapa sekolah swasta terancam tutup dan kompak dihadapi pengelola sekolah swasta baik jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Selain sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penerimaan siswa yang melebihi kebutuhan daftar siswa yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, menjadi faktor lain menurunnya siswa sekolah swasta.

Kebijakan sekolah menampung siswa melebihi daya tampung dilakukan dengan cara menambah rombel atau kelas. Hal tersebut menjadi momok yang sangat menakutkan bagi pengelola sekolah swasta.

“Mayoritas sekolah negeri menerima peserta didik baru melebihi kuota yang ditentukan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara,” ujar Parlindungan Nababan, Ketua Yayasan Pendidikan SMK Putra Harapan, Senin (24/5).

Menurutnya, pemaksaan membuka kelas baru ataupun pembelajaran pagi dan siang, dengan alasan membludaknya jumlah peminat, akan membuat sekolah swasta tidak kebagian siswa.

Bukannya takut kalah bersaing, keinginan orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri dengan alasan biaya lebih murah, membuat penyelenggara perguruan swasta tidak dapat berbuat banyak.

“Ini yang membuat kita khawatir. Biaya sekolah yang lebih mahal di swasta, membuat masyarakat lebih terfokus kepada sekolah negeri,” timpalnya.

Oleh karena itu, Parlindungan meminta sekolah negeri patuh terhadap penetapan kebutuhan daftar siswa yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Jangan hanya karena membludaknya jumlah peminat, sekolah negeri mengakalinya dengan membuka kelas baru.

“Dengan PPDB online sangat susah memantau apakah sekolah negeri sudah terpenuhi kuotanya atau menerima siswa baru melebihi kuota. Perlu ada konsistensi setiap sekolah negeri termasuk Dinas Pendidikan Sumatera Utara, dengan tidak mengubah-ubah jumlah kuota,” pungkasnya. (ztm/fabe)