News

Sekolah Diliburkan, Siswa Belajar Secara Online

FaseBerita.ID – Untuk mengantisipasi penularan virus Corona (Convid-19), Pemkab Simalungun meliburkan sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Hal itu untuk menindak lanjut surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan no 3 tahun 2020 tentang pencegahan Corona virus (COVID-19) pada satuan pendidikan tanggal 9 Maret 2020, Pemerintah Simalungun meliburkan sekolah.

Salah seorang Kepala Sekolah Metodis di Simalungun membenarkan surat edaran tersebut dan mengatakan bahwa dalam surat edaran tersebut untuk mencegah penyebaran dinas pendidikan Simalungun memberikan surat edaran agar meliburkan sekolah selama 14 hari.

“Surat edaran itu benar adanya dan dalam surat itu demi mencegah Corona Virus kita di minta untuk libur selama 14 hari,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada anak-anak agar belajar di rumah melalui online dan kepada orang tua agar memberikan pengawasan kepada anak agar belajar di rumah. Kepada orangtua juga di minta agar si anak jangan banyak keluar rumah dan hindari keramaian.

Adapun isi surat edaran itu menerangkan yang pertama sekolah di liburkan dari proses belajar mengajar mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai 29 Maret 2020. Kedua selama libur 14 hari agar seluruh siswa dan guru melaksanakan aktivitas di rumah dan di arahkan melalui fortal belajar di rumah Kemendikbud (diakses: belajar.kemdikbud.go.id) dan belajar secara dalam jaringan.

Sebanyak 21 Sekolah di Simalungun Libur

Sementara di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, sebanyak 16 SD, 1 SD Swasta, 2 SMP Negeri, 1 SMP Swasta dan 1 SMA Negeri, diliburkan selama dua minggu ke depan mulai Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020).

Korwil UPTD Pendidikan Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Juster Sinaga, Senin (16/3) mengatakan, libur sekolah merupakan instruksi Dinas Pendidikan Simalungun untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Convid-19 di lingkungan sekolah yang saat ini sudah mewabah hingga Indonesia.

“Karena sekolah diliburkan, aktivitas sekolah seperti ujian pertengahan semester terpaksa ditunda, ektra kurikuler sekolah terganggu, dan pembuatan profil sekolah ke media gerak tertunda, dan proses belajar mengajar di sekolah terganggu,” kata Juster.

Ia menyampaikan, untuk mengantipasi penularan virus corona, pihaknya telah menganjurkan orangtua agar tidak melakukan perjalan dengan anak-anak ke luar daerah dan tetap berada di rumah dan belajar.

Pantauan wartawandi lapangan, Senin pagi, begitu selesai apel, seluruh siswa kembali ke rumahnya masing-masing.

TKIT Cendekia Libur

Sementara sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TKIT Cendekia yang berada di depan Masjid Raya berinisiatif meliburkan muridnya.

Siswa tersebut diliburkan para guru atas permintaan orang tua siswa masing-masing. Dengan alasan pencegahan penularan virus corona seperti yang menyebar sampai ke Indonesia.

Dina sebagai Kepsek TKIT Cendekia membenarkan. “Untuk Siswa TK kita liburkan mulai hari ini,” ujarnya.

Ditanya sampai kapan siswa diliburkan. Dina mengatakan hal itu dibuat atas permintaan orang tua siswa masing-masing.

“Atas permintaan orang tua siswa pak, masih sepekan dulu kita liburkan. Kita liburkan juga karena melihat kondisi saat ini sedang merebaknya virus corona di Indonesia,” jelasnya. (AOS/Mag 04)

USI