News

Sekda Janji akan Tengahi Persoalan Warga dan Perkebunan

FaseBerita.ID – Di bawah curah gerimis hujan, ratusan masyarakat warga Desa Teluk Dalam mendatangi Kantor Bupati Asahan untuk mengadukan nasib mereka terhadap persoalan sengketa tanah dengan pihak perkebunan PT Padasa Enam Utama, Selasa (28/5/2019).

Kedatangan warga ini untuk meminta bantuan dari Pemkab Asahan agar ikut bersimpati terhadap persoalan yang mereka hadapi, terkait dugaan perampasan tanah masyarakat lebih 700 hektar di luar area hak guna usaha (HGU) perkebunan.

“Kami nggak mau tanah orangtua kami dirampas sama pihak kebun yang mengklaim itu lahan mereka. Kami sudah ada disitu sejak tahun 1975. Kedatangan kami kesini agar Pemkab Asahan ikut memperjuangkan nasib kami,” kata Awaludin salah seorang warga menyampaikan permintaan mereka.

Koordinator aksi Adi Candra Pranata menyampaikan, saat ini masyarakat Desa Teluk Dalam membutuhkan kehadiran Pemkab Asahan untuk melindungi warganya.

Hal ini juga terkait dengan program Pemerintah Indonesia seperti program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) yang berlandaskan pada nawacita Presiden Joko Widodo.

“Desiminasi peraturan presiden No 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria dan perwujudan Reforma Agraria yang beradilan,” ungkapnya.

Amatan wartawan, beberapa menit warga menyampaikkan tuntutannya Sekretaris Daerah Asahan, Taufik ZA langsung menemui warga dibawah gerimis hujan. Dia meminta warga untuk tenang menyikapi persoalan ini dan tidak berbuat anarkis.

“Kalau masyarakat mempunyai bukti-bukti dan data yang sesuai dengan di lapangan, saya sebagai Pemerintah Kabupaten Asahan akan tindak lanjuti dan mengirim anggota untuk langsung terjun ke lokasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Taufik menambahkan Pemkab Asahan akan tetap berupaya menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan guna penyelesaian persoalan sengkela lahan ini bisa berjalan dengan kekeluargaan dan mufakat.

“Untuk itu, saya mintakan bukti dan data-data dari warga sehingga dalam waktu dekat akan kita agendakan pertemuan kembali dengan perusahaan sampai hal ini selesai, dan warga desa tidak ada lagi yang ketakutan menggarap lahannya disana,” ucapnya.

Setelah berdialog hampir tiga puluh menit dengan warga di halaman Kantor Bupati Asahan, massa aksi ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. (per/ahu)