News

Sejak Berdiri, Nunggak Pajak Rp900 Juta: Pemko Sibolga Larang Hotel Marsada Beroperasi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Dalam rapat mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2018 dan Ranperda Pembentukan Susunan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), terungkap bahwa ada sebuah hotel di Kota Sibolga yang sejak pertama kali berdiri, belum pernah membayar pajak ke Pemerintah Daerah. Sehingga, total tunggakan pajak yang ditanggung hotel tersebut mencapai Rp900.000.000.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam menjawab tanggapan Fraksi DPRD Kota Sibolga terkait merosotnya jumlah pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ada beberapa objek sampai hari ini yang belum membayar pajak, salah satunya adalah Hotel Marsada. Lebih kurang Rp900 juta, punya tunggakan pajak kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga,” kata Syarfi, Selasa (30/7/2019) lalu.

Oleh karena itu, Hotel yang berdiri pada jaman pemerintahan wali kota sebelumnya, yakni Sahat Panggabean, akhirnya dipasangi stiker pemberitahuan bahwa Hotel yang terletak di Km 3 Jalan Sibolga-Tarutung tersebut sedang menunggak pajak dan dilarang untuk beroperasi.

“Sejak Pak Sahat Panggabaen Wali Kota, hotel ini belum pernah bayar pajak. Makanya di dindingnya dan di kaca pintu hotel tersebut kami sudah tempel tulisan; Hotel ini menunggak pajak,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Syarfi mengaku belum mengetahui pasti alasan hotel tercatat sebagai penunggak pajak. “Tapi saya tidak berani mengatakan apakah aparat saya yang main atau tidak,” ketusnya.

Sementara, Kadis PKAD Sibolga, Sofyan Nasution yang dikonfirmasi usai rapat membenarkan kalau pihaknya telah memasang tanda di Hotel Marsada, yakni pemberitahuan bahwa hotel tersebut menunggak pajak. Bahkan, Sofyan yakin kalau hingga kini, hotel tersebut sudah tidak lagi beroperasi.

“Sudah kita Lak, sebelum dibayar pajaknya tidak bisa beroperasi. Sekarang sudah gak beroperasi lagi,” kata Sofyan.

Untuk memastikannya, wartawan mencoba mendatangi Hotel Marsada. Dari luar terlihat, usaha doorsmeer hotel tersebut masih beroperasi. Menurut salah seorang karyawan hotel yang ditemui di ruang receptionis, ia membantah kalau hotel tersebut telah ditutup.

“Belum ditutup kok, kalau mau pesan kamar sama saya saja,” ujar pria yang tidak ingin namanya disebutkan kepada wartawan.

Tak hanya itu, dari amatan wartawan pada bagian pintu depan hotel, tidak ada stiker atau tulisan yang menyebut hotel tersebut sedang menunggak pajak. (ts)

iklan usi