News

Segera Daftar, Ada Festival Gordang Sambilan dan Tor-tor di Madina

MADINA, FaseBerita.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui bidang kebudayaan akan menggelar festival seni Gordang Sambilan dan Tor-Tor merupakan kesenian daerah dari Kabupaten Mandailing Natal.

Festival kesenian daerah ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus hingga 8 Agustus, sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan RI ke 74. Dan, peserta festival Gordang Sambilan ini terdiri dari kelompok utusan desa maupun kelurahan se-Kabupaten Madina, juga untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Zulkhairi Pulungan, Rabu (24/7/2019) mengatakan, pembukaan pendaftaran telah dimulai pada 12 Juli dan akan ditutup tanggal 31 Juli pekan depan.

Dan, sampai saat ini, kelompok seni Gordang Sambilan yang sudah mendaftar masih 6 kelompok, sedangkan untuk kategori tor-tor yang sudah mendaftar baru 8 kelompok.

“Masa pendaftaran masih ada seminggu lagi, karena itu kami mengajak semua kelompok seni Gordang Sambilan yang ada di pedesaan supaya segera mendaftar, begitu juga untuk tingkat sekolah untuk kategori tor-tor. Festival ini akan dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 6 s/d 8 Agustus nanti,” kata Zulkhairi.

Ia menjelaskan, festival ini bertujuan guna menumbuhkembangkan seni budaya Mandailing di lingkungan masyarakat. Apalagi saat ini sebagian masyarakat di pedesaan maupun kelurahan sudah membentuk kelompok seni Gordang Sambilan, berkat adanya dana desa.

“Ini tujuannya memajukan seni budaya Mandailing warisan leluhur kita, dan kita ingin meningkatkan mutu serta kecintaan masyarakat terhadap seni budaya daerah, termasuk Gordang Sambilan dan Tor-tor,” terangnya.

Ke depan, sambung Zulkhairi. Dinas Pendidikan Kabupaten Madina berencana membuka sanggar musik sebagai wadah untuk belajar dan berkreasi dengan musik-musik daerah. Dan, sejauh ini dinas pendidikan sudah berupaya menghibahkan alat gordang sambilan ke sekolah-sekolah (SMP) untuk digunakan sebagai alat kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.

“Kita sudah rencanakan untuk membuka sanggar belajar musik, tujuannya supaya masyarakat kita terutama bagi kalangan muda yang ingin belajar musik daerah, mereka nanti punya wadah dan tempat belajar,” sebutnya.

“Karena banyak kesenian daerah yang mesti kita lestarikan dan sebagian masyarakat masih menekuninya, seperti alat musik Tam-Tam dan sebagainya. Hanya saja selama ini kita belum ada wadah untuk membina dan meningkatkan kreativitas mereka,” pungkasnya. (wan)