News

SBSI Ancam Demo Hotel WI… Mariadi: Nggak Masalah, Itu Hak Mereka

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Menyikapi rencana Serikat Buruh Sejahtera Indoensia (SBSI) yang akan mendemo Hotel Wisata Indah (WI), Mariadi, Menager Operasional yang mewakili menagemen Hotel WI menjawab enteng, dengan mengatakan kalau aksi tersebut merupakan hak dari SBSI.

“Nggak masalah, itu hak mereka om,” kata Mariadi menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan singkat layanan Whatsapp atau WA, Rabu (19/6/2019).

Terkait pesangon dua orang eks karyawan, Hendra dan Mukhlis yang belum dibayarkan sesuai dengan bunyi inchract Mahkamah Agung (MA), dia membantah kalau pihaknya menolak untuk membayar. Namun, pihaknya masih harus menunggu keputusan pimpinan tertinggi perusahaan, kapan waktu yang tepat untuk membayarkannya.

“Bukan gak mau bang. Pesangon itu pasti akan kita bayarkan sesuai keputusan MA.

Tapi kami masih berkomunikasi dengan pimpinan soal waktunya. Kapan bisa kita bayarkan. Berhubung pimpinan sedang ada urusan di luar. Saat ini kami belum mendapatkan kepastian waktu pembayarannya. Soal dibayar atau tidak , itu pasti kita bayarkan. Sesuai keputusan yang sudah inchract,” ungkapnya.

Begitu juga dengan tunjangan jabatan dua pegawai lainnya, Mujiono dan Jandi yang hingga kini belum dibayarkan sesuai dengan perintah hakim Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Medan dalam amar putusannya.

“Itu juga sama permasalahannya bang, sedang kita komunikasikan,” kata Mariadi.

Dia membantah alasan pihaknya menolak memensiunkan kedua karyawannya tersebut, untuk menghindari pembayaran pesangon.

“Untuk sekarang mungkin akan kita akomodir pensiunnya bang. Sedang kita pertimbangkan ke arah itu. Dulu tenaga mereka masih sangat dibutuhkan. Sekarang, kita sedang pertimbangkan pensiun mereka. Bagaimanapun, suatu saat kan harus dipensiunkan juga bang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, menagemen Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga hingga kini belum juga merealisasi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan agar membayar pesangon dua mantan karyawan yang di PHK beberapa tahun yang lalu. Menyikapi itu, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) berencana akan mendemo Hotel WI, guna mendesak pihak pengusaha untuk segera membayarkan pesangon tersebut.

Menurut Ketua SBSI Sibolga-Tapteng, Binsar Tambunan dalam keterangan persnya, rencana demo tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian melalui Polres Sibolga. Aksi menyampaikan orasi tersebut rencananya akan digelar, Selasa (25/6/2019).

“Tadi sudah kita masukkan surat pemberitahuan ke Polres Sibolga. Selasa depan, kita akan menggelar demo di Hotel WI. Karena, sampai sekarang, pihak Hotel WI belum membayarkan pesangon dua mantan karyawannya, Hendra dan Mukhlis. Padahal, sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung. Ini menggambarkan kalau pengusaha Hotel WI merasa sudah kebal hukum, karena berani tidak mengindahkan keputusan hakim Mahkamah Agung,” kata Binsar di kantornya, Selasa (18/6/2019).

Adapun besaran pesangon yang harus dibayarkan oleh pihak pengusaha Hotel WI sesuai keputusan MA, kepada Hendra sebesar Rp64.858.432 dan kepada Mukhlis sebesar Rp122.287.770.

“Sudah bolak balik saya bicarakan dengan pihak menagemen hotel WI, agar mereka membayarkan pesangon tersebut. Tapi, sampai sekarang gak juga mau mereka bayar,” ungkapnya.

Selain menuntut pembayaran pesangon dua mantan karyawan tersebut, SBSI juga akan mendesak pihak Hotel WI untuk segera membayarkan tunjangan jabatan dua karyawannya, yang telah mengajukan gugatan pensiun melalui Pengadilan Hubungan Industri (PHI).

Baca juga: Hotel WI Belum Bayar Pesangon Eks Karyawan; SBSI Ancam Gelar Aksi

Diterangkannya, dua karyawan bernama Mujiono dan Jandi Simatupang telah berusia lebih dari 60 tahun dan hingga saat ini belum juga dipensiunkan. Sementara menurut Undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, batas usia pekerja itu hanya sampai 55 tahun. Karena itulah, Mujiono dan Jandi menggugat Hotel WI melalui PHI.

“Sudah seharusnya mereka pensiun, tapi pihak Hotel WI masih terus mempekerjakan mereka sampai sekarang. Memang, Mujiono dan Jandi kalah dalam gugatan tersebut. Tapi, dalam putusan Pengadilan Negeri Medan dengan nomor 81/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Mdn tersebut, pihak hotel WI diharuskan membayar tunjangan jabatan kepada Mujiono sebesar Rp2.982.550 dan kepada Jandi Simatupang sebesar Rp3.662.550. Tapi, sampai sekarang itu belum juga dibayarkan,” pungkasnya. (ts)