News

Satu Warga Kolang Tapteng Positif Covid-19

FaseBerita.ID – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) mengumumkan bahwa seorang warga Kecamatan Kolang berinisial MS, dinyatakan positif Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan Swab dengan metode RT-PCR di Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan pada 8 Juli 2020 dan berdasarkan Surat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 443.32/8372.20/DINKES/VII/2020 Tanggal 9 Juli 2020.

“Hari ini Kabupaten Tapanuli Tengah kembali berduka, seorang warga kita dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan Swab dengan metode RT-PCR oleh Rumah Sakit Murni Teguh Medan tanggal 8 Juli 2020 yang lalu dan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 443.32/8372.20/DINKES/VII/2020 tanggal 09 Juli 2020, yang isinya menerangkan bahwa Pasien dinyatakan sebagai Positif COVID-19,” ucap Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Jumat (10/7) malam.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan isolasi terhadap MS di ruang khusus isolasi Covid-19 RSUD Pandan.

“Hari ini juga pasien positif Covid-19 itu sudah kita isolasi di ruang khusus isolasi Covid-19 RSUD Pandan dan secepatnya akan kita rujuk ke salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, karena kita ingin pasien ini cepat sembuh seperti pasien yang tadi pagi kita sampaikan telah keluar dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumatera Utara, yakni RSUD Tarutung dan telah diperbolehkan pulang karena dinyatakan sudah sembuh. Sedangkan untuk orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 ini, sudah kami bawa ke Gedung Akper untuk menjalani isolasi dan akan segera kita lakukan Rapid Test,” tuturnya.

Mengingat MS telah dilaporkan positif Covid-19, untuk isolasi wilayah lanjut Bakhtiar, kini masi tahap pembahasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tapteng.

“Terkait dengan isolasi daerah seperti yang telah kita lakukan di Kelurahan Sihaporas Nauli, sedang dalam pengkajian oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapanuli Tengah. Yang jelas, apabila keluarganya ada yang dinyatakan positif dan hasil tracing nantinya menyatakan bahwa pasien telah melakukan kontak dengan banyak tetangganya, maka kemungkinan besar isolasi daerah akan kami berlakukan di desa itu, seperti yang telah kami lakukan di Kelurahan Sihaporas Nauli Kecamatan Pandan. Kami telah bekerja dengan sungguh-sungguh, siang dan malam menjaga dan melakukan pemeriksaan dengan sangat ketat kepada siapapun yang ingin masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah ini, dan kami akan tetap bekerja semaksimal mungkin demi dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena kami tidak ingin Covid-19 ini menyebar dan meluas di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” katanya.

Untuk diketahui, hasil contact tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Kolang kepada pasien dan keluarga pasien yang dinyatakan positif Covid-19, diketahui bahwa pasien ini bekerja di pelayaran, dan sudah pernah berstatus sebagai Orang Dalam Pantauan ( ODP).

Pasien bekerja di Pelayaran, pada tanggal 19 Maret 2020 pulang dari Batam, sebelumnya dari Australia 5 hari, Bali 2 hari, 10 April Jakarta (2 hari menginap di Hotel Paina).

Pada tanggal 12 April 2020 pasien tiba di Tapteng (Kecamatan Kolang) melalui transportasi udara lewat Bandara Silangit. Pada pasien sudah dilakukan pemantauan sebagai ODP selama 14 hari sejak tanggal 13 April 2020 sampai dengan tanggal 25 April 2020, dan sudah dilakukan Rapid Tes pada tanggal 17 April 2020 dengan hasil non reaktif.

Pada 20 Juni 2020, anaknya datang dari Kota Medan, inisial F (18), tinggal selama 1 minggu di rumah, kembali ke Medan pada tanggal 29 Juni 2020 dengan alamat di Medan Jalan Notes Ayahanda, Medan Petisah (Dekat RS Royal Prima Medan), sudah diarahkan untuk segera rapid tes dan tes swab serta isolasi mandiri.

Pada tanggal 24 Juni 2020, pasien pergi ke Kota Sibolga, membeli sepeda di Toko Sepeda yang berada di Jalan Ahmad Yani, selanjutnya ke AIDO Mini Plaza, ke ATM BRI Tanggo Seratus, dan terakhir belanja pakan ayam di Toko Pakan Ternak Pasar Belakang (Persimpangan) Sibolga.

Pada tanggal 3 Juli 2020, Pasien ke RSUD Tarutung untuk menanyakan apakah bisa tes swab mandiri, pasien hanya bertanya ke sekuriti. Setelah sekuriti menjawab tidak bisa, pasien langsung kembali ke Kolang dan tidak ada mampir ke mana-mana lagi.

Pada Senin malam tanggal 6 Juli 2020, pasien berangkat ke Medan dengan taksi Tiomas, tiba tanggal 7 Juli 2020 langsung diantar ke RS Murni Teguh untuk melakukan tes swab secara mandiri. Karena rencana akan berangkat berlayar kembali, di mana salah satu syarat agar bisa berangkat oleh pihak perusahaan mengharuskan ada memiliki hasil tes Swab PCR dan hasilnya positif Covid-19. (dh)