News

Satu Petugas Medis di Tapteng Positif Covid-19

FaseBerita.ID – Seorang warga Tapanuli Tengah (Tapteng) yang bekerja sebagai tenaga medis di RSU dr FL Tobing Sibolga dilaporkan positif Covid-19 berdasarkan hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu dalam keterangan tertulisnya mengatakan, berdasarkan hasil tes TCM pertama, hasilnya positif, dan sesuai prosedur, apabila ada hasil positif maka dilakukan tracking/pelacakan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan.

“Dan tadi (Selasa lalu, red) telah dilakukan rapid tes terhadap 20 orang tenaga medis dan paramedis di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Ferdinand Lumban Tobing Sibolga,” kata pria yang juga Koordinator Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sibolga itu.

Menurutnya, dari hasil rapid test ke-20 orang tenaga medis dan paramedis RSU dr FL Tobing Sibolga dinyatakan non reaktif. “Begitupun, ke 20 tenaga medis itu tetap dilakukan pengambilan sampel swab untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara agar dilakukan Polymerase Chain Raction (PCR) di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara,” bebernya.

Sementara berdasarkan riwayat tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, sambungnya, pada 13 Juni 2020 lalu yang bersangkutan berobat jalan ke RSU dr FL Tobing Sibolga dengan gejala demam. “Kemudian pada 16 Juni 2020, yang bersangkutan kembali datang dan berobat jalan ke RSU FL Tobing Sibolga dengan gejala yang sama, yakni demam,” jelasnya.

Kemudian pada 18 Juni 2020, lanjutnya, yang bersangkutan kembali berobat ke RSU FL Tobing Sibolga dan menjadi pasien rawat inap dengan diagnosa typhoid fever dan pada 20 Juni 2020 dilakukan rapid test terhadap yang bersangkutan dan hasilnya reaktif, dengan gejala tambahan demam, batuk, sakit kepala, dan nyeri ulu hati. “Pada 22 Juni 2020 yang bersangkutan dirujuk ke RSU Tarutung dan 23 Juni 2020 hasilnya keluar, yang bersangkutan dinyatakan positip Covid-19,” tukasnya.

Sekedar informasi, tes pemeriksaan Covid-19 dapat dilakukan dengan tiga cara yakni melalui test PCR dengan menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Tapi pemeriksaan PCR ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah.

Cara kedua yakni lewat Rapid Test, melalui pengambilan sampel darah dan rapid test ini bisa dilakukan di mana saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya. Tapi kelemahannya adalah bisa menghasilkan false negatif atau true negatif atau false positif atau true positif.

Cara ketiga yakni dengan TCM yang sebelumnya dikenal untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) berdasarkan pemeriksaan molekuler dan pemeriksaan pada TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam, untuk menentukan pasien positif maupun negatif. (rb/ts/int)