News

Sarana Air Bersih Perumahan Griya Anugerah Labuhanbatu Tak Ada

Developer Dituding Lepas Tanggungjawab

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Griya Anugerah Lingkungan Kampung Sawah, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, menyesalkan pihak develover yang tidak bertanggung jawab terhadap pengadaan air bersih di komplek itu. Mirisnya, untuk mendapatkan air bersih, warga dikutip setiap bulannya sebesar Rp30 ribu.

Yang herannya lagi, jelas SH (35) selaku warga yang tinggal di Perumahan Griya Anugerah, dia membayar uang sebesar Rp30 ribu setiap bulannya tanpa bukti keterangan jelas atas pembayaran tersebut.

“Kata yang mengutip sih, uang air bersih yang disalurkan ke Perumahan Griya Anugerah ini. Namun kutipan itu tanpa tanda bukti seperti kwitansi,” ujarnya, Selasa (18/6/2019), di Rantauprapat.

SH juga mengungkapkan, di perumahan tempatnya tinggal ini, dari awal pindah beberapa tahun yang lalu, pihak developer tidak menyediakan sarana air bersih.

“Awal pindah kemari (Perumahan Griya Anugerah), tidak ada air bersih yang disediakan oleh pihak developer. Sebagian warga disini ada yang membuat sumur bor sendiri. Bahkan kami sudah memberikan sejumlah uang kepada pihak developer demi masuknya sarana air bersih. Namun hingga kini belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan marga Sihombing warga lainnya yang tinggal di daerah tersebut. Menurutnya, pengutipan uang air bersih ini untuk pemeliharaan pipa saluran yang dipasang dari sungai Pasuruan, Kampung Sawah, ke Perumahan Griya Anugerah.

“Kami meminta agar pihak developer dapat menjelaskan kutipan uang air bersih ini. Seharusnya, ada pemberitahuan dan kesepakatan terlebih dahulu antara pihak developer dengan seluruh warga perumahan,” pungkasnya.

Pihak developer Perumahan Griya Anugerah Yusriadi saat dikonfirmasi wartawan, membantah uang kutipan air bersih itu dikelola developer. Namun, pihaknya mengetahui ada kutipan uang air bersih tersebut.

“Itu warga yang mengutip, gak ada sangkut paut sama kita. Untuk masalah air sudah kita upayakan melalui PDAM Tirtabina Rantauprapat, namun jumlah pelanggan yang mendaftar jumlahnya masih 21 rumah. Sementara PDAM meminta minimal jumlah pelanggan yang masuk sebanyak 50 rumah,” jelas Yusriadi saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019). (bh/ahu)