News

Sampah Menggunung di TPA Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang berada di Jalan HM Nur Ujung, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, menggunung dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Mirisnya, misi Walikota Tanjungbalai HM Syahrial dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 26 Februari 2019, menginginkan daerah kepemimpinannya tanpa sampah akan terwujud jika memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan, sepertinya belum maksimal.

Semestinya, persoalan ini bukanlah hanya menjadi tugas Walikota Tanjungbalai semata, melainkan harus didukung oleh perangkatnya yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan UPTD, sehingga misi walikota ini akan terwujud apabila perangkat OPDnya dalam menciptakan Kota Tanjungbalai bersih dari sampah dilakukan.

Untuk mengatasi persoalan sampah, Pemko Tanjungbalai mendirikan pabrik produksi pengolah sampah An-Organik di lokasi TPA. Namun mesin ini diduga mangkrak tidak berfungsi, sehingga mesin itu hanya dijadikan simbol bagi Pemko Tanjungbalai dalam hal mengatasi persoalan sampah.

Temuan wartawan di TPA, Kamis (1/8/2019), tak satupun mesin dipabrik tersebut dioperasikan, dan di dalam pabrik terlihat berantakan dan tumbuh rerumputan, serta lantainya sudah hancur.

Untuk mendapatkan keterangan terkait persoalan ini, Kantor UPTD yang tidak jauh dari lokasi TPA dan pabrik tersebut disambangi wartawan, namun kondisi keadaan kantor tutup.

Sementara, Iwan pengawas TPA mengatakan, sampah plastik dan batang kayu yang bertumpuk menggunung itu tidak bisa diolah atau diayak. “Dari dahulu sampai sekarang ini dibiarkan begitu saja bertahun-tahun, karena sampai saat ini alat penggiling sampah plastik dan batang kayu dan sampah lainnya yang berbahan keras, alat penggilingnya tidak ada,” ungkapnya.

Iwan menambahkan, yang ada hanya ada alat kompos penggiling sampah sayur-sayuran saja yang bisa untuk diolah, sementara sampah plastik dan batang kayu, serta lainnya dibiarkan menggunung karena alat pengolahannya tidak ada. (ck-02/ahu)