News

Sampah Berserakan di Jalan Menuju TPA Aek Nabobar

FaseBerita.ID – Oknum petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) diduga membuang sampah bukan pada tempatnya. Hal ini terlihat dengan banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalan menuju lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aek Nabobar, Kelurahan Alprans, Kecamatan Pinangsori.

Aksi ini membuat warga sekitar menjadi tidak nyaman. Perilaku oknum yang menyalahi aturan dan tidak disiplin disesalkan masyarakat. Dikhawatirkan, pembuangan sampah yang sembarangan secara tidak langsung telah menyebarkan bibit-bibit penyakit kepada warga sekitar.

Tidak hanya itu, disamping menimbulkan aroma menyengat, saat hujan deras sampah akan tergerus mengalir mengotori pemukiman warga. Saat ini, sepanjang pinggiran dan badan jalan sudah dipadati tumpukan sampah.

Sementara di TPA yang memiliki luas 4 hektar tersebut, masih banyak tempat yang bisa menampung sampah.

Ditengarai, modus membuat sampah yang tidak pada tempatnya ini diduga untuk mempercepat proses pekerjaan pembuangan. Diduga petugas malas membongkar sampah ke TPA karena jalannya yang sedikit menanjak. “Asal buang saja. Disamping menimbulkan aroma menyengat, kalau hujan turun sampah akan ikut tergerus mengotori halaman warga,” ujar Tiermin Sibarani, warga Lingkungan II Kelurahan Alpras, Selasa (19/1).

Ketidakprofesionalan oknum pembuang sampah ini menuai kecaman dari DPC JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kecamatan Pinangsori. Mereka menilai, kenakalan petugas pembuang sampah secara tidak langsung telah menyebarkan bibit-bibit penyakit kepada warga sekitar.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Ulah mereka telah menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Kita akan menindak lanjuti permasalahan ini,” kata Ketua DPC JPKP Pinangsori, Ranto Marbun.

Dibeberkannya, disamping enggan untuk membongkar di TPA yang lokasinya menanjak, tidak adanya petugas jaga di simpang lokasi masuk TPA menjadi salah satu pemicu petugas membuang sampah sembarangan.

Sampah yang seharusnya di bongkar di TPA yang terletak di atas bukit, dibuang di pinggiran jalan. “Kita sudah melakukan survei ke lapangan. badan dan bahu jalan ditutupi sampah,” tukasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ranto berjanji akan menyurati instansi terkait. Menurutnya, regulasi pembuangan sampah sudah menyalahi aturan. Ia juga berjanji akan mengawal proses pemindahan sampah ketempat yang telah ditentukan. “Akan kita surati agar petugas membuang sampah pada tempatnya. Jika mereka membandel, kita akan surati dan laporkan ke Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Pinangsori, Beib Andy Haqiqi Manik SE MAP, menyebutkan jika keluhan masyarakat Lingkungan II Kelurahan Alpras, telah sampai kepada pihaknya. Ia mengaku telah menyurati instansi terkait agar sampah-sampah yang berserakan di pinggiran jalan dipindahkan ke TPA.

“Kita sudah menyurati instansi terkait, agar sampah yang bertebaran yang tidak pada tempatnya di buang ke lokasi TPA,” ujar Beib Andy Haqiqi Manik. (ztm/fabe)