News

Saksi ERA Paslon Kada Labuhanbatu Protes Perhitungan Suara di Rantau Selatan

FaseBerita.ID – Saksi dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu nomor urut 2 Erik Atrada-Ellyarosa (ERA), Dodi Syahputra protes kepada panitia penyelenggara perhitungan suara di Kecamatan Rantau Selatan, Sabtu (12/12).

Menurut Dodi, pihak penyelenggara perhitungan suara tidak menunjukkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kecamatan Rantau Selatan sebelum dimulainya perhitungan suara.

“Dalam hal ini, pihak penyelenggara telah melanggar Undang-undang tentang Pilkada dan PKPU. Di sisi lain PPK dalam pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi di kecamatan melakukan dualisme kebijakan,” ujar Dodi kepada wartawan, Selasa (15/12) siang.

Dodi menceritakan, di hari pertama, pihaknya meminta dibuka daftar hadir yang menggunakan e-KTP. Permintaan tersebut dikabulkan. Namun, kata dia, di hari kedua, ketika pihaknya meminta daftar hadir yang menggunakan e-KTP dibuka, tidak diberikan lagi oleh PPK di rapat pleno Kecamatan Rantau Selatan.

“Kami dalam hal ini mempertanyakan, mengapa hal itu bisa terjadi? Pilkada Labuhanbatu 2020 diduga kuat cacat hukum. Ini kita buktikan dengan beberapa pemilih yang terdaftar di DPT tetapi kita temukan pemilih tersebut menggunakan e-KTP. Kemudian pemilih yang terdaftar di Kecamatan Rantau Utara dan dia menggunakan e-KTP untuk nyoblos di Kecamatan Rantau Selatan,” ulasnya.

Sementara, terkait perlunya penunjukan DPT kepada saksi saat perhitungan suara di kecamatan, menurut Plt Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu Suroso, hal itu tidak perlu dilakukan.

“Penunjukan DPT kepada saksi saat perhitungan surat suara di kecamatan itu tidak perlu dilakukan,” jawabnya singkat kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler. (bud/fabe)

iklan usi