News

Sah, Suharso Monoarfa Ketum PPP Periode 2021-2026

FaseBerita.ID – Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memilih ketua umumnya untuk masa bakti atau periode 2021-2026.

Ketua Pimpinan Sidang Muktamar IX PPP Amir Uskara mengatakan dari hasil kesepakatan bersama bahwa kader partai berlambang Kakbah ini sepakat menetapkan Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum PPP.

“Muktamar IX menimbang dan seterusnnya memperhatikan pendapat dan saran memutuskan menetapkan saudara Suharso Monoarfa sebagai ketua umum 2021-2026,” ujar Amir Uskara secara virtual, Sabtu (19/12).

“Setuju,” jawab kompak kader PPP.

Amir mengatakan, keputusan memilih Suharso Monoarfa karena tidak ada kader lagi yang mengajukan diri sebagai calon ketua umum PPP. Sehingga akhirnya diputuskan bulat menetapkan Suharso Monoarfa.

“Jadi ini karena hanya ada satu calon,” katanya.

Selanjutnya Amir mengatakan, ketua umum PPP terpilih Suharso Monoarfa bisa menyusun kepengurusan partai bernuansa Kakbah ini untuk periode 2021-2026.

“Selanjutnya ketua umum terpilih menyusun struktur kepengurusan,” pungkasnya.

Berjanji Bawa PPP Rebut Kemenangan di Pemilu 2024

Suharso Monoarfa terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2021–2026. Dia terpilih secara aklamasi dalam Muktamar IX PPP.

Dalam pidatonya, Suharso mengajak para kader PPP untuk bekerja keras ke depannya. Sebab, masih ada tantangan berat yakni Pemilu 2024 mendatang.

”Marilah kita kumpulkan semua kelebihan-kelebihan yang ada. Masing-masing kita satukan menjadi sebuah kekuatan untuk memenangkan Pemilu 2024,” ujar Suharso dalam pidato politik yang disiarkan secara virtual, Sabtu (19/12).

Suharso mengatakan, dirinya terpilih menjadi ketua umum adalah amanat dari semua kader PPP. Sehingga dia bakal memperjuangkan amanah yang diberikan tersebut.

Suharso juga berjanji bakal membawa PPP untuk bisa lolos kembali dalam parlemen di Pemilu 2024 mendatang. Sehingga ini menjadi kerja karas bagi dirinya dan semua kader PPP.

”Insya Allah PPP akan lolos dari parlementary threshold 2034. Partai yang kita cintai akan kembali ke masa jayanya dan itu hanya bisa dilakukan bersama-sama,” ujar Suharso Monoarfa.

Suharso menuturkan, pada Pemilu 1999 PPP pernah berjaya dengan mendapatkan suara hingga 11 juta. Namun pada 2019 turun menjadi 6,3 juta suara. Sehingga dia ingin mewujudkan impian itu di Pemilu 2024.

”Dengan semangat yang kita miliki, dengan gerak yang sama, dan langkah-langkah terukur, Insya Allah kita bisa mewujudkan impian itu dan mengembalikan kegemilangan PPP,” ucap Suharso Monoarfa.

”Artinya kita mengejar dua kali lipat 2019. Hasil itu tidak pernah berkhianat. Kalau kita ikhtiar Insya Allah dengan ridho-Nya akan bersama kita capai,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Suharso meminta para kader PPP tidak lagi saling mengedepankan egoisme. Semua harus berusaha antara kader satu dengan yang lain untuk memenangkan Pemilu 2024.

”Mari kita tinggalkan cara kerja yang sendiri-sendiri. Marilah bekerja bersama bahu membahu dari Aceh hingga Papua, dari Maluku hingga NTB dan tidak boleh ada satu kader yang tertinggal. Semua harus hadir dalam memperjuangkan eksistensi PPP dalam kancah politik nasional,” tutur Suharso Monoarfa. (jp/int)

USI