News

Sadis! Anak Penggal Kepala Bapak Hingga Putus

NIAS, FaseBerita.ID – Pembunuhan mengerikan terjadi di Dusun I Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Jumat (5/7/2019) malam.

Adalah Hepriaman Harefa alias Boy (29) tega memenggal kepala ayahnya, Arofona Harefa alias Ama Amran (64) warga setempat hingga putus.

Tindakan sadis itu dilakukan Boy dengan menggunakan kapak bergagangkan kayu berwarna cokelat dengan ukuran panjang sekira 30 centimeter, pada pukul 19.00 WIB.

Dia mengambil kapak itu dari dapur dan kemudian langsung masuk ke dalam kamar korban dan kemudian langsung membacokkan kapak yang berada di tangan kanannya ke arah bagian leher korban yang sedang tertidur sampai leher korban putus.

Korban langsung tewas di tempat dan dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk divisum.

Usai melakukan aksinya, Boy langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Nias untuk proses penyidikan lebih lanjut, bersama barang bukti kapak tersebut.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan membenarkan adanya kejadian itu. Dia menyebut saat ini pelaku masih diperiksa. “Masih dalam penyelidikan untuk menggali motif pelaku,” ujarnya.

Pelaku dijerat pasal 44 ayat 3 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau pasal 338 dari KUHPidana.

Dikenal Warga Seperti Orang Stres

Hepriaman Harefa alias Boy (29) yang tega membunuh bapak kandungnya dengan kapak di kepala hingga putus itu dikenal sebagai pria yang jiwanya tak stabil.

Dia diduga stres atau mengalami gangguan jiwa. Boy memenggal kepala korban, Jumat (5/6/2019) malam di rumahnya yang berada di Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli Nias, Sumatera Utara.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan mengatakan usai melakukan aksi tersebut, Boy langsung diringkus petugas dari Polres Nias yang kebetulan rumahnya berada tidak jauh dari rumah salah satu anggota Polres.

“Begitu mendengar teriakan dari istri korban anggota Polres Nias langsung merapat dan mendapatkan tersangka di dalam kemudian diamankan anggota kita,” katanya, Sabtu (6/7/2019).

Kapolres menjelaskan pada saat kejadian, korban dipenggal dengan menggunakan kapak. Dan dari interogasi awal korban ini sudah 15 tahun sakit jadi lumpuh. “Dimana tersangka ini berdasarkan intormasi warga sekitar bahwa memang kejiwaanya tidak stabil,” jelasnya.

AKBP Deni mengurai pembunuhan itu dilakukan tersangka setelah korban selesai makan malam. “Jadi korban istirahat di kamar, setelah selesai makan, tersangka mengambil kapak di dapur kemudian langsung menuju kamar korban lalu di kapak sebanyak tiga kali hingga kepalanya putus,” ucapnya.

Tersangka yang saat ini masih ditahan, rencananya akan dibawa ke rumah sakit jiwa. “Rencananya Minggu depan akan kita bawa ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa terkait kejiwaannya. Dari hasil dari peneganan dari dokter jiwa sangat mempengaruhi proses hukum ke depan,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)