News

Sabu Senilai Rp 15 Miliar Dimusnahkan Polres Labuhanbatu

FaseBerita.ID – Polres Labuhanbatu musnahkan barang bukti sabu-sabu senilai Rp15 miliar seberat total 15 kilogram (kg) dengan cara direbus, di Aula Mapolres Labuhanbatu, Rabu (2/12) pagi.

Barang bukti ini merupakan hasil ungkap kasus narkotika pada Kamis 12 November 2020 lalu di Jalinsum Sisumut, Kota Pinang dengan dua orang tersangka yakni ES dan AF warga Marelan, Medan.

Polres melakukan tindakan tegas, keras, tepat dan terukur dengan menembak keduanya yang melakukan perlawanan kepada petugas saat dilakukan pengembangan menuju rumah sumber barang haram tersebut. Keduanya meninggal di tempat akibatkan tertembus peluru di dada sebelah kiri.

Sementara personil Kepolisian yang membawa dan mengawal kedua tersangka ini mengalami cidera dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, bahwa Polres saat ini berada di posisi peringkat ke dua dalam memberi tindakan tegas, keras, tepat dan terukur kepada pelaku kejahatan.

“Dan ini membuktikan menurunnya tindak kejahatan sebanyak 20 persen di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Itu diperlukan untuk menimbulkan efek jera,” ujar AKBP Deni.

Polres Labuhanbatu juga saat ini berada di posisi lima dalam pengungkapan kasus narkoba yang menandakan di wilayah hukum Polres Labuhanbatu dalam kondisi darurat narkoba.

Dalam kesempatan itu Deni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas laporan-laporan yang dinilai sebagai bentuk kepedulian atas keresahan masyarakat terhadap dampak negatif narkoba.

“Kami sangat apresiasi atas informasi yang sampai kepada kami. Ini menandakan kita mempunyai kepentingan yang sama,” sebutnya.

Masyarakat menilai pengungkapan kasus besar ini merupakan pertama kalinya dan berhasil dilakukan Polres Labuhanbatu. Sedikitnya, kata Deni, ada 35.000 jiwa terselamatkan, jika dalam satuan gramnya digunakan sebanyak tiga orang.

Selain itu, Deni mengatakan, jika pihaknya saat ini tengah melakukan permohonan pemberian penghargaan kepada petugas yang terlibat dalam pengungkapan kasus dan yang melibatkan tiga satuan.

“Kapolda lagi menyampaikan permohonan kepada Kapolri atas permohonan kita untuk penghargaan kepada petugas yang berhasil mengungkap kasus ini. Dan ini melibatkan sat Narkoba, Reskrim dan Lantas Polres Labuhanbatu,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda se Labuhanbatu Raya, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kelompok pemerhati Narkotika.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polres Labuhanbatu mengamankan dua orang tersangka kejahatan narkotika jenis sabu jaringan lintas Provinsi yakni ES dan AF alias Atah.

ES dan Atah diamankan di dalam minibus No Pol BM 1843 DM di Jalinsum Desa Sisumut, Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin didampingi Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam Konferensi Pers Dimapolda Sumut ,Sabtu (14/11) menjelaskan, bahwa gerakan kedua tersangka ini sebelumnya telah terendus oleh Tim Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dari hasil penyelidikan kasus peredaran sabu di wilayah Labusel.

Diketahui, kedua tersangka ini bertolak dari Aceh menuju Dumai, Riau dan akan singgah di Kab. Labuhanbatu Selatan.

Dari hasil penggeledahan, di dalam mobil yang dikendarai kedua tersangka ini Polisi mendapatkan sabu seberat 15 Kg yang terbungkus di dalam 15 buah plastik merk Qing Shan di dalam satu tas berwarna hitam.

Dari pengakuan para tersangka, sebelumnya mereka sudah pernah menghantar sabu seberat 2 Kg ke wilayah Labusel dan ini adalah yang kedua kalinya dengan rencana sebahagian barang haram itu juga akan dibawa ke Dumai.

Dari hasil pengembangan tersangka, ES mengakui mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial M warga Binjai Sumut.

Lantas, dalam menindak lanjuti informasi ini, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu meminta bantuan Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut KOMBES POL. Robert Da Costa untuk menggunakan peralatan DF Ditresnarkoba dalam rangka pengembangan kasus ke Jl Binjai KM.13,5 kota Binjai.

Operasi pun berlanjut, KOMBES POL. Robert Da Costa, memerintahkan Team DF Ditresnarkoba Polda Sumut untuk turun membackup Satresnarkoba Polres Labuhanbatu.

Kamis, (12/11) malam sekira pukul 21.00 Wib, Tim Satresnarkoba Polres Labuhanbatu tiba di lokasi target di Jalan Binjai, Sumut dan pada hari Jumat (13/11) pagi sekira pukul 05.00 Wib, tersangka ES dan Atah diturunkan dari mobil bersama dua orang personil Satresnarkoba Polres Labuhanbatu.

Namun sewaktu hendak menunjuk rumah target yakni M, tersangka ES melakukan perlawanan dan berpotensi membahayakan jiwa Briptu Yusuf Hadi Saputra dengan kondisi mengalami bengkak di kening, pelipis dan biram di lengan kiri serta nyeri di dada karena hempasan.

Seketika ES diberikan tindakan tegas, keras dan terukur dengan tembakan di dada sebelah kirinya dan ES pun meninggal di tempat.

Hal sama juga dilakukan tersangka Atah, dengan kondisi tangan tergari, Atah mencoba melawan dengan mengayunkan tangannya kerah kepala petugas yaitu BRIPTU Heri Chandra Siregar dan mengakibatkan luka atau koyak di pelipis mata sebelah kirinya.

Karena membahayakan jiwa petugas, Atah diberikan tindakan tegas, keras dan terukur dengan tembakan di dada sebelah kirinya dan Atah pun meninggal di tempat.

Kini jenazah kedua tersangka itu dibawa ke mako Satresnarkoba Polres Labuhan Batu guna proses perkaranya lebih lanjut.

Dari kasus ini, kedua tersangka telah melanggar Pasal114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup. Atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). (zas)

USI