News

Saat Salurkan Bantuan 40 Ribu Paket Sembako, Jangan Coba-coba Kutip Uang!

FaseBerita.ID – Di tengah pandemic Covid-19 yang kini sangat berdampak pada perekonomian warga, Bupati Tapteng menyebut akan ada pemberian bantuan 40.000 paket kepada warga. Ia menegaskan agar siapapun tidak melakukan kutipan uang, meski satu rupiah pun, saat pendistribusian bantuan.

“Sebanyak 40.000 paket bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat. Diperkirakan pada 25 April baru mulai disalurkan,” ujar Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada para awak media baru-baru ini.

“Karena untuk mendatangkan 40 ribu paket itu, ada gula, ada beras, ada minyak goreng, ada mie instan sudah barang tentu butuh proses karena jumlahnya sangat banyak,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Bakhtiar, kepada jajaran pemerintah dalam menyalurkan bantuan itu nantinya tidak boleh melakukan pengutipan biaya, meski 1 rupiah pun. Bila terbukti ada yang melakukan kutipan, Bakhtiar menegaskan akan dicopot dari jabatannya.

“Kami mengingatkan kepada jajaran pemerintah, tidak mengutip 1 rupiah pun dengan alasan apapun. Apabila nanti ada ketahuan mengutip itu, kami pastikan kami copot dari jabatannya. Jangan coba-coba kutip satu rupiah pun,” tegasnya.

Hal itu dikatakan Bakhtiar mengingat adanya informasi bahwa adanya pengutipan saat penyaluran bantuan 17.000 karung beras yang berasal dari bantuan pribadi Bupati Tapteng, Wakil Bupati Tapteng, Sekda, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, camat, lurah dan kepala desa, pimpinan Puskesmas, pejabat administrator di lingkungan Pemkab Tapteng, beberapa waktu lalu.

“Kami berminta maaf kepada masyarakat Tapanuli Tengah, karena kami dapat informasi ada 1 lurah dari 215 desa dan kelurahan yang telah membagikan. Dikabarkan satu lurah yang disampaikan, mengutip uang tiga ribu rupiah per warga. Kami pastikan akan kami cek kebenaran informasi, jangan sampai fitnah, dan bagaimana itu kejadiannya, kalau memang betul, kami pastikan kami copot lurahnya,” kata Bakhtiar.

Dia menuturkan, untuk menghindari hal serupa, yakni adanya dugaan kutipan biaya saat penyaluran bantuan berikutnya, Bakhtiar telah meminta camat untuk melakukan pemantauan sehingga tidak ada yang menyalahgunakan wewenang.

“Dan camat juga, kami akan meminta 20 camat mengawasi kepala desa dan lurah supaya jangan menyalahgunakan wewenang dan memberikan bantuan pemerintah jangan di potong atau dikenakan biaya 1 rupiah pun,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga menyarankan apabila lurah maupun kepala desa tidak memiliki uang untuk memberikan aparatnya minum saat pembagian bantuan itu, kiranya dapat melaporkan langsung kepadanya dari pada melakukan kutipan dari masyarakat.

“Kalau ada uang transporyasi atau uang letih, atau saudara tidak memiliki uang untuk membelikan minum aparat desa atau aparat kelurahan, sampaikan ke saya, saya yang akan memberikan bantuan pribadi saya. Jadi kami ingatkan tidak ada lagi kutipan yang kami dengar, satu rupiahpun jangan sampai ada, kami pastikan kami copot,” tegasnya. (dh)