News

Saat Pelantikan Anggota DPRD Siantar 2019-2014: Yuk, Pakai Busana Adat Simalungun

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pelantikan anggota DPRD Pematangsiantar periode 2019-2024 tak lama lagi. Di periode-periode sebelumnya, para anggota DPRD yang dilantik akan mengenakan pakaian nasional, jas bagi pria dan kebaya untuk wanita.

Namun untuk tahun ini, ke 30 anggota wakil rakyat terpilih diajak untuk mengenakan pakaian adat Simalungun

Permintaan atau ajakan tersebut berasal dari organisasi Simalungun, yakni Partuha Maujana Simalungun (PMS), Usaha Penyelamatan Aset Simalungun (UPAS), serta Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi). Permintaan disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Walikota Pematangsiantar Hefriansyah dan pimpinan DPRD Pematangsiantar.

Sekretaris PMS Rohdian Purba MSi mengatakan etnis Simalungun merupakan salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan merupakan suku asli di Kota Pematangsiantar. Karenanya, sangat wajar saat pelantikan wakil rakyat, mereka mengenakan pakaian adat Simalungun.

“Kota Siantar merupakan tanah leluhur etnis Simalungun, dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei. Saat ini banyak dihuni oleh beragam suku dan agama, yang berdampingan hidup dengan rukun. Sehingga di Indonesia, Kota Pematangsiantar menjadi kota paling toleran di Indonesia,” terangnya.

Karenanya, Rohdian berharap permintaan mereka bisa dikabulkan di Kota Pematangsiantar yang menghargai budaya.

Bahkan, lanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerapkan dan mengembangkan budaya dari Sabang sampai Merauke. Di mana, dalam berbagai acara nasional, Jokowi dan istrinya, Iriana, selalu mengenakan pakaian adat.

“Bahkan saat upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus lalu, Ibu Iriana mengenakan bulang atau penutup kepala khas Simalungun,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Pematangsiantar Wanden Siboro mengatakan, di DPRD Pematangsiantar belum ada tata tertib yang mengatur pelantikan anggota DPRD harus mengenakan pakaian adat Simalungun.

“Mungkin di (DPRD) Simalungun sudah diatur dalam tata tertib. Tapi kalau di DPRD Siantar belum ada tatibnya. Kalau memang sudah diatur dalam tatib, tentu akan kita laksanakan. Jadi saat pelantikan nanti, tetap mengenakan pakaian resmi seperti pelantikan DPRD sebelumnya,” ujarnya. (ros/pra)