News

Saat hendak Dibawa ke Lapas, Tersangka Penipuan Arisan Online Pingsan di Kantor Jaksa

SIANTAR, FaseBerita.ID – Tersangka kasus penipuan arisan online (arisol) Ernita Simangunsong pingsan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, Senin (19/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ernita yang bertugas sebagai bagian administrasi (admin) atau pengelola arisol ini seyogianya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan, setelah berkas kasusnya dinyatakan lengkap oleh pihak Kejari Pematangsiantar.

Pingsannya Ernita membuat suasana langsung heboh. Apalagi, perempuan itu tergeletak tepat di pintu masuk kantor Kejari Pematangsiantar. Ernita pun langsung dikerubungi sejumlah warga dan para jaksa.

Pihak keluarga yang memang mendampinginya, langsung mengangkat dan membawa Ernita ke salah satu ruangan jaksa.  Tak lama, pihak kejaksaan memanggil mobil ambulans dan Ernita dibawa ke rumah sakit.

Ernita sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan oleh kepolisian beberapa waktu lalu. Setelah berkas kasusnya dilimpahkan dan dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan, Senin (19/8) polisi menyerahkan Ernita ke Kejari Pematangsiantar.

Salah seorang korban arisol, Eva Adriani Sitopu (30) warga Jalan Viyata Yuda, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, mengatakan tersangka merupakan admin arisol. Diduga telah melakukan penipuan, tersangka dilaporkan oleh Lise, warga Sidikalang dengan kerugian mencapai Rp30 juta.

Eva menambahkan, ia sendiri mengalami kerugian Rp200 juta dari arisol yang dikelola Ernita.

“Saya juga ikut melapor ke polisi atas kasus penipuan dan penggelapan,” katanya.

Masih kata Eva, arisol tersebut dibentuk sekitar dua tahun lalu, dan Ernita sebagai admin. Seiring waktu, ternyata Ernita diduga menggelapkan uang anggota arisan.

Terpisah Kasat Intel Kejari Pematangsiantar BAS Faomasi Laia menerangkan, tersangka telah diserahkan Polres Pematangsiantar atas kasus penggelapan. Saat diserahkan,  Ernita dinyatakan sehat dan telah siap diperiksa.

Namun setelah diperiksa, tiba-tiba ia pingsan.

“Dia tidak ada makan mulai tadi pagi. Kukan karena tidak dikasih makan. Namun dia yang tak mau makan. Setelah diperiksa dokter, asam lambungnya kambuh,” terangnya.

Ditambahkan Faomasi, Ernita dijerat dua kasus.

“Kasus yang pertama ini telah kita periksa, dan kasusnya yang kedua telah ditindaklajuti pihak kepolisian,” terangnya.

Karena tersangka dalam kondisi sakit, pihak kejaksaan membawanya berobat. Setelah sembuh, penanganan kasusnya akan dilanjutkan dengan melimpahkan berkas perkara ke pengadilan.

Sementara itu, keluarga tersangka enggan berkomentar saat ditanyai wartawan. (mag-03)