News

Rumah Pasutri Lansia Terbakar di Tapteng

FaseBerita.ID – Satu rumah milik pasutri lansia atas nama Daulat Hutabarat (75) dan Istrinya Tupang Boru Sibarani di Dusun 3, Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) ludes dilalap sijago merah, Sabtu (13/2) sekira pukul 11.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa kebakaran itu terjadi saat pemilik rumah, yakni Daulat pergi ke pesta. Sementara istrinya (Tupang, red) tinggal di rumah tersebut. Dan diketahui bahwa yang tinggal di rumah tersebut hanya mereka berdua, sementara anak-anaknya berada di perantauan.

“Bapak itu sudah pergi tadi ke pesta, tinggallah ibu itu di rumah. Tiba-tiba api membesar dari kamar tidur mereka hebohlah warga, baru ibu itu keluar dari rumah,” ujar Robbin (41) warga sekitar saat berada di lokasi kebakaran.

Robbin menuturkan, melihat api yang mulai memenuhi rumah milik Daulat itu, ia bersama warga lainnya mencoba memadamkannya dengan menggunakan alat seadanya sebelum Pemadam Kebaran dari Pemko Sibolga dan Pemkab Tapteng tiba di lokasi.

“Pakai emberlah kami ambil air, kami sirami. Kalau barang-barang sudah enggak ada yang bisa diselamatkan dari rumah itu, karna apinya cepat besar,”katanya.

Ia juga menjelaskan, para tetangga Daulat juga saat itu telah panik takut akan api menjalar ke rumah mereka, sehingga para tetangga Daulat yang tidak berjarak jauh dari rumah Daulat mengeluarkan barang-barang mereka keluar rumah.

“Sudah sempat para tetangganya itu mengangkati barang-barangnya keluar rumah. Untung cepat api dipadamkan, perbatasan antara rumahlah yang pertama disiram, kalau enggak habis kenak bakar,”kata Robbin usai ikut membantu memadamkan api bersama pihak Damkar Pemko Sibolga dan warga lainnya.

Daulat: Sudah Habis Semua

Di tengah warga dan pihak Damkar dan Kepala Desa Mela I Riswan Silaban serta personil TNI yang berjibaku memadamkan api, Daulat tampak hanya pasrah dan terduduk dan bersandar di pohon di halaman depan rumahnya menyaksikan rumahnya yang hangus terbakar.

Sementara, beberapa warga lain tampak menghampiri Daulat dan mengucapkan turut berduka. Beberapa warga juga sempat mengajak Daulat untuk dibawa ke rumah tetangga yang tepat berada di depan rumahnya untuk beristirahat dan menenangkan diri, mengingat istrinya juga telah berada di rumah tetangganya itu. Namun, dengan raut wajah yang sedih, Daulat menolak untuk dibawa dan tetap memandangi rumahnya yang sedang disirami warga dan pihak Damkar.

“Lok jo au dison, tenang jo au dison (biar aku di sini, tenang dulu aku disini. Habis, habis be sude (habis, sudah habis semua),” ucap Daulat sembari tertunduk tampak menahan kesedihannya.

Sementara, Camat Tapian Nauli Rinaldi Siregar yang juga turut hadir ke lokasi kebakaran itu mengatakan bahwa atas peristiwa yang menimpa Daulat dan istrinya itu, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait sehingga Daulat dapat memperoleh bantuan atas musibah tersebut.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinsos Tapteng. Kalau total kerugian diperkirakan sekitar Rp350 juta,” katanya.
Dijelaskannya juga, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, dan saat ini Daulat bersama istrinya sedang berada di rumah tetangganya bermarga Silaban yang berada tepat di depan rumah Daulat.

“Korban jiwa nihil, dan kalau ada surat-surat yang terbakar nanti kita juga akan bantu pengurusannya kembali,” kata Rinaldi.

Sementara Kapolsek Kolang juga tampak turun meninjau lokasi kebaran itu. Namun belum dapat memberikan keterangan terkait dugaan asal mula api berasal dikarenakan sedang melakukan pengumpulan informasi. (dh/fabe)