News

Robert Tua Siregar: Honor di Badan Pengawas PD PAUS Tidak Jelas

SIANTAR, FaseBerita.ID – Mantan Badan Pengawas PD PAUS Robert Tua Siregar mengaku sudah pernah memberikan keterangan kepada Kejaksaan Negeri Siantar sekitar dua tahun lalu terkait pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh jajaran Direksi PD PAUS.

Dalam pemeriksaan itu, Robert mengaku kalau dirinya hanya menjabat selama setahun yakni tahun 2014 setelah PD PAUS terbentuk. Selama menjabat sebagai Badan Pengawas, Robert sudah mencium kondisi pengelolaan PD PAUS tidak jelas arahnya dan termasuk dalam hal manajemen perusahaan.

“Setelah kita lihat arahnya tidak jelas termasuk pengelolaan keuangannya, kita menyurati Walikota supaya mengevaluasi seluruh program termasuk keuangan yang dikelola oleh PD PAUS,” ujarnya.

Karena tidak ada perubahan di PD PAUS, Robert Tua Siregar mengundurkan diri sebagai Badan Pengawas.

“Setelah setahun menjabat saya mengundurkan diri, karena arah perusahaan itu tidak jelas. Karena apa yang kita rekomendasikan kepada direksi tidak dilaksanakan termasuk pertanggungjawaban pengggunaan anggaran,” terang Robert Tua Siregar.

Selama di Badan Pengawas, Robert Tua Siregar juga mengaku tidak mengetahui berapa besaran honor yang ia terima setiap bulannya. Karena pembayaran honor tidak rutin dibayar.

“Kadang setelah kita desak, barulah dicairkan honornya. Makanya itu, kita mengundurkan diri karena tidak ada transparansi,” katanya lagi.

Terkait penetapan tersangka kepada Herowhin Sinaga selaku mantan Direktur Utama PD PAUS oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Robert Tua Siregar mengatakan bahwa itu adalah proses hukum.

Baca juga: Kasus Penyertaan Modal Pemko ke PD PAUS: Herowhin Sinaga Jadi Tersangka Korupsi

“Dua tahun lalu saya sudah di BAP di Kejaksaan Negeri Siantar. Tapi kalau soal saat ini saya tidak lagi diperiksa. Saya selaku mantan Badan Pengawas tidak mengetahui secara pasti bagaimana penggunaan keuangan oleh Direksi PD PAUS,” kata Robert Tua Siregar.

“Kita apresiasilah kejaksaan yang mengusut bagaimana penggunaan keuangan di PD PAUS. Supaya PD PAUS kedepannya dapat lebih baik,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam penetapan tersangka tersebut, Herowhin Sinaga diperkirakan telah melakukan kerugian negera mencapai Rp500 juta atas anggaran penyertaan modal dari Pemko pada tahun 2014. Pada tahun 2014, PD PAUS menerima penyertaan modal sebesar Rp4 miliar dari Pemko Pematangsiantar. (pra/des)

USI