News

Ribut dengan Kekasih, Gadis Potong Urat Nadi

ASAHAN, FaseBerita.ID – Aksi nekad remaja putri berinisial DP (17) melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadi di lengan dan lehernya menggunakan pisau silet di kawasan Danau Teratai Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan pada Minggu (15/9/2019) mendapat perhatian serius dari warga, terlebih pembelajaran bagi orang tua.

Kapolsek Prapat Janji Polres Asahan AKP Nasib Manurung yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Diduga persoalan hubungan asmara dengan sang pacar menjadi pemicu DP nekad ingin mengakhiri hidupnya pada sebuah silet.

“Informasi yang kami dapatkan, saat itu DP bertengkar dengan pacarnya dari handphone. Dia duduk sendiri di kawasan danau memegang hp lalu berfikir singkat melakukan aksi nekat dan digagalkan warga,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi Metro Asahan melalui telepon seluler, Senin (16/9/2019).

Sebelumnya diberitakan DP remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA ini hampir saja merengut nyawa atas percobaan bunuh diri yang dilakukannya, Minggu (15/9/2019) kemarin.

Beruntung, warga Sidomukti, Jalan Patin Lingkungan II, Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan yang coba melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan pisau silet, melukai leher dan tangannya itu cepat diketahui warga.

Kejadian itu terjadi saat DP berada di kawasan danau teratai Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan.

Berdasarkan informasi dihimpun dari Kepala Desa Terusan Tengah, Nauli Manurung mengatakan, kejadian percobaan bunuh diri tersebut dilihat oleh warga sehingga dapat dihentikan.

“Begitu melihat kondisi remaja tersebut yang sudah mengalami luka di bagian leher dan tangannya warga langsung melarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Sementara itu menurut keterangan petugas Puskesmas, Fitri, korban mengalami luka di bagian leher dan kedua tangannya dan pihak keluarganya sudah membawa pulang DP.

“Keluarganya memang shock sekali melihat kejadian itu termasuk si anaknya sendiri. Setelah dilakukan pertolongan akhirnya keluarga membawa pulang,”kata petugas puskesmas. (per/bay)

USI