News

Ribuan Warga Korban Banjir di Asahan Terancam Terserang Penyakit

FaseBerita.ID – Hampir dua pekan lamanya, warga yang tinggal di desa yang menjadi angganan banjir seperti Kecamatan Tinggi Raja, Buntu Pane maupun Simpang Empat merasakan kesusahan akibat luapan sungai karena tingginya intensitas hujan. Aktifitas dan kegiatan perekonomian masyarakat lumpuh total.

Berdasarkan data yang dirilis dari BPBD Asahan, 500 kepala keluarga (KK) atau lebih dari dua ribu jiwa warga yang terdampak banjir  tersebut terancam kesehatannya dan berpotensi terserang penyakit. Jika minimnya perhatian kesehatan, dan bantuan sosial terhadap warga korban banjir ini, maka tentu saja hal tersebut akan menambah penderitaan mereka, sebab mayoritas warga memang enggan meninggalkan rumahnya untuk mengungsi.

“Sudah hampir dua minggu gak bisa kemana mana. Setiap hari takut kalau air naik. Kalau penyakit seperti gatal-gatal, demam, batuk, pasti ada mayoritas anak-anak,” kata Ruslan salah seorang warga desa di Tinggi Raja Asahan, Kamis (3/12).

Dia mengatakan, meski sudah ada bantuan dari pemerintah dan beberapa relawan, namun kebutuhan warga korban banjir, selain pangan sangat banyak, sehingga tidak mencukupi semuanya untuk keluarga dan anak-anaknya.

Seperti yang dikatakan Susi, seorang ibu rumah tangga yang dua orang anaknya mengalami sakit diare dan demam. Kondisi ini dialami sebagian besar anak-anak yang mengungsi, karena memang kondisi cuaca dan minimnya fasilitas untuk mereka.

Dia berharap, selain memperhatikan kondisi para pengungsi, pemerintah daerah (pemda) dapat mencari solusi agar banjir segera surut dan tidak terulang kembali setiap musim hujan.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa mencari solusi banjir ini. Sebab kami menderita sekali setiap tahun harus kebanjiran seperti ini,” ujarnya.

Kondisi banjir di Kabupaten Asahan, khususnya pada daerah yang bersempadan dengan aliran sungai Silau dinilai semakin parah setiap tahunnya. Ketinggian muka air sudah ada yang mencapai dua meter dan merendam keseluruhan rumah warga akibat luapan air sungai.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan melaporkan sedikitnya ada 500 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak dan tergenang banjir akibat tingginya intensitas hujan di hulu mengakibatkan meluapnya sungai Silau yang tidak tahan menampung debit air.

Asrul Wahid, Kepala BPBD Asahan melaporkan ada lima desa yang terdampak akibat luapan air sungai tersebut, diantaranya terletak di Kecamatan Tinggi Raja yakni desa Tusan Tengah, Piasa Ulu, dan Tingi Raja, kemudian di Kecamatan Buntu Pane yakni desa Prapat Janji dan Desa Buntu Pane.

“Jika tadi malam tidak ada hujan, air akan surut siang ini. Sementara itu, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 cm,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (2/12).

Dampak dari banjir tersebut lumpuhnya aktifitas masyarakat, sementara itu banyak ladang dan perkebunan warga rusak karena banjir. Meski demikian tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski warga mayoritas memilih bertahan di dalam rumah mereka menunggu air surut. (Per/fabe)

USI